Ada dua berita yang cukup menarik saat saya membaca web feeds kemarin siang (6 Juni 2006) yaitu Total Pinjaman Luar Negeri RI Turun dan Utang Luar Negeri Baru RI 2007 US$3,4-4 Miliar (feed 5 Juni 2006).
Mengapa menarik?
Dua buah berita yang hampir bertolak belakang masuk dalam RSS reader (or aggregator) saya dalam waktu yang hampir bersamaan, bahkan kedua buah headline tersebut ditampilkan berurutan dalam reader yang saya gunakan.
Mengapa bertolak belakang?
Berita pertama menggambarkan bagaimana kondisi hutang Indonesia yang turun sementara berita lainnya menggambarkan niat Pemerintah untuk mencari (baca: menambah) hutang luar negeri baru di tahun 2007.
Besarnya hutang luar negeri Indonesia pada akhir Maret 2006 adalah 131.8 miliar dolar AS.
(Ingat, miliar itu nol-nya ada sembilan)
Bandingkan dengan jumlah hutang luar negeri Indonesia pada akhir tahun 2004 sebesar 137 miliar dolar AS dan pada akhir tahun 2005 sebesar 133.48 miliar dolar AS.
Berandai-andai:
Dengan mempertahankan laju penurunan hutang sejak akhir tahun 2005 hingga akhir Maret 2006 maka besarnya hutang luar negeri Indonesia pada akhir tahun 2006 (End of December 2006) adalah 126.76 miliar dolar AS.
Namun….
Say that new debt shall be USD 4 billion dan didapat pada awal tahun.
Besarnya hutang luar negeri Indonesia pada awal tahun 2007 adalah
126.76 + 4 = 130.76 miliar dolar AS.
Pheeeewww, paling tidak di awal tahun 2007 posisi hutang luar negeri Indonesia tetap lebih kecil (but, belum tentu lebih baik) dibandingkan akhir tahun 2005.
Dari data-data yang saya miliki di atas, saya dapat berandai-andai kapan hutang luar negeri Indonesia akan mencapai nilai 0, dengan asumsi
1. Laju penurunan hutang sebagaimana laju penurunan hutang tahun 2006 (6.72 miliar dolar AS).
2. Setiap awal tahun terdapat penambahan hutang sebesar 4 miliar dolar AS
3. time value of money diabaikan
4. jika di akhir tahun hutang luar negeri Indonesia > 0, maka Indonesia masih tetap akan mengambil hutang baru sebesar 4 miliar dolar AS
5. tahun 2007 adalah tahun pertama perhitungan
Formula yang digunakan adalah
y = 130.76 – 6.72n + 4(n-1)
y = 126.76 – 2.72n
dimana n = jumlah tahun yang harus dilalui
y = 0
n = 46.60 tahun dari sejak akhir tahun 2006 or the debt will be 0 on almost end of year 2053. Huaduuhhhh…. Itu artinya saat Nayya berusia 47 tahun.
Jadi…
Indonesia berhutang?
This post was originally published here.





Saya pikir kalau memang pemerintah mau hutang, sebaiknya hutang yg bersifat produktif. Coba aja hutang pakai skim syariah.Jauh lebih baik. Sy berpikir apakah mungkin kita mengkonversi hutang2 luar negeri kita ke dalam bentuk syariah supaya lebih produktif?