Piala Dunia 2006 hampir berakhir. Sang Jawara akan ditentukan beberapa jam lagi. Ada yang menangis, ada yang cemas, dan tidak sedikit yang bertampang “ngantuk”.
Bagi saya, Piala Dunia 2006 ini adalah piala dunia paling unik yang pernah saya alami. Bukan hanya pada pertandingan-pertandingan yang terjadi namun juga pada momen lainnya seputar penyelenggaraan Piala Dunia 2006.
- Decoder. Piala dunia pertama yang memaksa saya merogoh ekstra kocek untuk membeli decoder Matrix Soccer. Meskipun saya bukan penggila bola, saya tidak ingin kehilangan momen bersejarah dunia hanya gara-gara menolak membeli decoder.
- Wasit yang bertugas di setiap pertandingan tidak hanya dilengkapi dengan “senjata” sempritan, jam tangan, kartu kuning, dan kartu merah. Kini mereka dilengkapi dengan headset sebagai senjata tambahan. Meskipun saya bingung apa kegunaan headset tersebut, namun penampilan mereka jadi tambah keren. Lagipula, jika wasit ingin berdiskusi dengan hakim garis, ia cukup berlari mendekatinya kan?
- Berbeda dengan tentara (dan jaman saat saya bersekolah dulu), seragam sepakbola adalah kaus, celana, dan kaus kaki. Sepatu bukan seragam, oleh karena itu tiap pemain dalam satu tim bisa menggunakan sepatu yang warnanya berbeda – tergantung sponsor si pemain.
- Pembawa acara dan komentator SCTV, senang sekali menyebutkan istilah “Jenderal Lapangan Tengah” bagi pemain yang menjadi pengatur serangan. Padahal jabatan tertinggi dalam sebuah tim sepakbola adalah Kapten (Captain),
- “Pemain Palang Pintu” itu sebenarnya terjemahan bebas dari Defender, Sweeper, atau Back?
- Lagi, bin keukeuh (dari posting lalu), iklan komersial selalu berusaha menghubung-hubungkan produk mereka dengan Piala Dunia atau permainan sepak bola. Beberapa sukses, lainnya bikin bingung. Sampai sejarah umat manusia berakhir nanti, orang akan berteriak “Goool” saat bola masuk ke dalam gawang. Bukan “Sozzziiiiiissss”
Masih ada hal-hal unik lainnya tidak ya?




