Hampir setiap penikmat TV di Indonesia pernah melihat iklan komersial deodoran ini, yang terkenal dengan tag “setia setiap saat”. Produk yang dikeluarkan biasanya lebih ditujukan untuk segmen wanita, namun seingat saya ada sebuah produk deodorannya yang ditujukan untuk segmen pria.
Meskipun demikian, yang akan saya bahas dalam posting kali ini adalah iklan deodoran yang bertema “pertemuan pertama dengan cowok idaman”.
Sekedar berbagi (siapa tahu ada yang belum pernah melihatnya), kisah diawali saat seorang gadis keluar rumah untuk berjalan-jalan.
Sang gadis memiliki harapan bahwa suatu saat ia akan dipertemukan dengan pria pujaannya. Takdir berkata lain, ia tepeleset oleh sebuah kulit pisang dan tas tangan kesayangannya terjatuh ke atas sebuah skateboard. Sang gadis berusaha untuk mendapatkan tas tangannya kembali tetapi skateboard tersebut terus meluncur meninggalkannya. Pada akhirnya sang gadis berhasil mendekati skateboard tersebut, namun tiba-tiba skateboard menabrak anak tangga, tas tangan terlontar. Sang gadis melompat untuk meraih tas tangannya, dan… Secara tiba-tiba muncul seorang pria dari balik pintu, tas tangan terjatuh ke atas tangannya. Lompatan sang gadis berakhir dalam pelukan pria tersebut. Dan disanalah sang gadis melihat pria idamannya. Namun….eww bau tak sedap menyergap hidung pria tampan itu. Aih, ketiak sang gadis basah!
Itulah cuplikan kisah iklan ini.
Apakah ada yang memerhatikan bahwa, sang gadis “mengoleskan” deodoran roll-on tersebut ke ketiak kiri sementara ketiak yang basah (dan bau) adalah ketiak sebelah kanan?
:-p





setelah gue inget-inget, bener juga tuh cewek pake di ketiak yang salah
iklan adalah wadah promosi yang sehat buat masyarakat. kasian ya, boong keliatan.. makanya kalau mau buat iklan yg bagus tanya kita-kita dolo…he….thx.
to mael: sebenarnya bukan berbohong. kisah yang ditampilkan dalam iklan tersebut bisa jadi terpotong akibat mempertahankan durasi iklan. Meskipun demikian, seharusnya perlu dipikirkan efek dari pemotongan iklan (atau lebih tepat saya sebut sebagai pemotongan informasi) yang dapat mengakibatkan kesalahan/bias informasi dan kesalahan pengambilan kesimpulan/tindakan.
Sebetulnya pesan itulah yang ingin saya sampaikan dalam posting ini.
Tapi, memang benar, sebagai sebuah sarana penjualan, iklan seharusnya mengenal selera masyarakat agar iklannya bisa “kena” di hati masyarakat.
berarti ketiaknya cuma basah sebelah ya?
Gak penting banget deh… mana ada orang pake deodoran sebelah doang, pasti 2/2 dong…masa gitu aja harus dijelasin di iklan. use your imagination please.
to Laki:
you’re missing the point.
please re-check my previous comment above.
thank you for visiting.
he ha ha