Setiap kecelakaan, seringan atau sekecil apapun, pasti ada penyebabnya. Bagaikan efek kartu domino, setiap penyebab dapat memberikan efek bagi penyebab lainnya sehingga akhirnya terjadi sebuah kecelakaan.
Secara hirarki, ada 3 penyebab kecelakaan yaitu: Penyebab Langsung, Penyebab Dasar, dan Kurang Kendali.

Penyebab Langsung
Penyebab Langsung adalah sebab-sebab yang secara langsung mengakibatkan terjadinya sebuah kecelakaan. Penyebab Langsung biasanya dibedakan ke dalam 2 kriteria, yaitu:
- Tindakan tidak aman
Contoh tindakan tidak aman adalah mengoperasikan alat tanpa izin, mengoperasikan alat di atas batas kecepatan maksimum, menggunakan alat yang tidak lengkap. - Kondisi tidak aman
Contoh kondisi tidak aman adalah alat atau perkakas yang rusak, rambu-rambu tidak lengkap, kurangnya lampu penerangan, temperatur yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Penyebab Dasar
Yang dimaksud dengan Penyebab Dasar adalah hal-hal yang mengakibatkan atau mendorong Penyebab Langsung. Penyebab Dasar dibedakan dalam 2 kategori, yaitu:
- Faktor personal
Yang dimaksud dengan faktor personal adalah faktor-faktor di dalam diri pekerja/korban yang mendorong dirinya untuk melakukan tindakan tidak aman. Contohnya adalah kurang pengetahuan, kemampuan yang kurang (baik secara fisik maupun kejiwaan), stress, dan motivasi yang tidak tepat. Jika Anda agak bingung dengan istilah motivasi yang tidak tepat maka contoh yang dapat saya berikan adalah misalnya rangsangan bonus akan menyebabkan seseorang untuk mengendarai kendaraan di atas batas kecepatan yang telah ditentukan. - Faktor Pekerjaan
Contoh Faktor Pekerjaan adalah kepemimpinan yang kurang, peralatan dan material kurang, standar kerja kurang.
Kurang Kendali (Lack of Control)
Kurang kendali dapat diterjemahkan sebagai kegagalan manajemen dalam memenuhi dan menegakan standar yang ada di dalam Perusahaan. Contohnya adalah pelatihan yang kurang, tidak terjadualnya inspeksi terencana, atau analisa kecelakaan salah.
duh kok ngomongin masalah kecelakaan lagi seeh
tapi bagus juga info nya
Makasih atas penjalasannya. sangat bermanfaat sekali bagi saya.
Yang masih ingin saya tanyakan yaitu: MANAKAH YANG SEHARUSNYA DITANGANI TERLEBIH DAHULU, TINDAKAN-TINDAKAN TIDAK AMAN ATAU KEADAAN-KEADAAN YANG TIDAK AMAN? ALASANNYA?
satu lagi: URUTAN HIRARKI KONTROL ITU GIMANA YA? TERIMAH KASIH ATAS BANTUANNYA. MOHON SECEPATNYA.
to DDY:
pada prinsipnya prioritas penanganan bukan ditentukan berdasarkan penyebab kecelakangan (apalagi penyebab langsung), melainkan pada tingkat resiko bahaya. Anda bisa lihat penjelasan lebih lanjut di sini (http://aryanugraha.wordpress.com/2006/09/05/pengendalian-bahaya/)
Ada beberapa uraian yang melihat bahwa kondisi tidak aman juga disebabkan oleh tindakan yang tidak aman. Contoh: Lantai yang basah. Meskipun pada awalnya kita melihat sebagai kondisi tidak aman, namun tindakan kita yang membiarkan kondisi tersebut layak disebut sebagai Tindakan Tidak Aman.
Semoga penjelasan ini bisa membantu Anda.
tapi mas.,.
aku me tanya.,,,
ngaru gga si kalo lampu utama dinyalin pas siang ari sama kcelakaan.,???
apa kalo gga nyalain lampu.,.,
orang itu bakalan kcelakaan.,???
tlong jawabannya ea.,.
makasi.,