<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Gajah Mada, Perang Bubat</title>
	<atom:link href="http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/</link>
	<description>any moment, any time</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 07:51:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: raden ojoklalen</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8187</link>
		<dc:creator>raden ojoklalen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:31:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8187</guid>
		<description>Perang Bubat
Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih
Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada
dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M.
Pernikahan Hayam Wuruk
Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri
Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di
Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.
Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph
Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus
antara Majapahit dan Sunda. Di mana Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit adalah keturunan Sunda
dari Dyah Lembu Tal yang bersuamikan Rakeyan Jayadarma menantu Mahesa Campaka. Rakeyan Jayadarma sendiri
adalah kakak dari Rakeyan Ragasuci yang menjadi raja di Kawali. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi
Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran.
Dengan demikian Prabu Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan,
Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar putri Citraresmi. Upacara
pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Sebenarnya dari pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri keberatan,
terutama dari Mangkubuminya sendiri, Hyang Bunisora Suradipati karena tidak lazim pihak pengantin perempuan datang
kepada pihak pengantin lelaki. Suatu hal yang dianggap tidak biasa menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat
itu. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik karena saat itu Majapahit sedang melebarkan
kekuasaan (diantaranya dengan menguasai Kerajaan Dompu di Nusatenggara).
Namun Maharaja Linggabuana memutuskan tetap berangkat ke Majapahit karena rasa persaudaraan yang sudah ada
dari garis leluhur dua negara tersebut. Maharaja Hayam Wuruk sebenarnya tahu akan hal ini terlebih lebih setelah
mendengar dari Ibunya sendiri Tribhuwana Tunggadewi akan silsilah itu. Berangkatlah Maharaja Linggabuana bersama
rombongan ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat
Kesalahpahaman Gajah Mada
Mahapatih Gajah Mada (dalam tata negara sekarang disejajarkan dengan Perdana Menteri) menganggap bahwa
kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat merupakan suatu tanda bahwa Negeri Sunda harus berada di
bawah panji Majapahit sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah dia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk
naik tahta.
Gajah Mada mendapatkan jabatan Mahapatih atas karirnya militernya di Majapahit, beliau mengawali karirnya sebagai
prajurit pada kesatuan pengawal kerajaan Bhayangkara yang merupakan pasukan elit Majapahit. Beliau mendesak Raja
Hayam Wuruk untuk menerima Putri Citraresmi bukan sebagai pengantin tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan
mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Maharaja Hayam Wuruk sendiri bimbang atas permasalah itu
karena Gajah Mada adalah Mahapatih (Perdana Menteri) yang diandalkan Majapahit saat itu.
Gugurnya Rombongan Pengantin
Kemudian terjadi Insiden perselisihan antara utusan dari Maharaja Linggabuana dengan Mahapatih Gajah Mada.
Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Mahapatih Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa
kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit bukan karena
undangan sebelumnya. Namun Mahapatih Gajah Mada tetap dalam posisi semula.
Belum lagi Maharaja Hayam Wuruk memberikan putusannya, Mahapatih Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya
(Bhayangkara) ke pesanggrahan Bubat dan mengancam Maharaja Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit.
Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Maharaja Linggabuana menolak tekanan itu, dan terjadilah
peperangan yang tidak seimbang yang melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan pasukan yang besar dengan
Maharaja Linggabuana dengan pasukan Balamati pengawal kerajaan yang berjumlah sedikit, bersama pejabat kerajaan
dan para menteri yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Maharaja Linggabuana, para
menteri dan pejabat kerajaan serta Putri Citraresmi.
Maharaja Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali-yang saat itu
berada di Majapahit untuk menyaksikan perikahan antara maharaja Hayam Wuruk dengan putri Citraresmi-untuk
Nyaangan Alam Dunya
http://www.kasundaan.org Powered by Joomla! Generated: 23 October, 2009, 02:26
menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi Pejabat Sementara
Raja Negeri Sunda serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung
Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.
Namun akibat peristiwa Bubat ini (mungkin dalam dunia politik sekarang dikatakan Skandal Bubat), dikatakan dalam
suatu catatan bahwa Hubungan Maharaja Hayam Wuruk dengan Mahapatihnya menjadi renggang. Gajah Mada sendiri
tetap menjabat mahapatih sampai wafatnya (1364). Sementara akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri
Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan
kerabat Sunda. Sebagian lagi mengatakan yang dimaksud adalah larangan menikah dengan pihak timur negeri Sunda
(Majapahit).
Sumber
- Yoseph Iskandar, &quot;Perang Bubat&quot;, Naskah bersambung Majalah Mangle, Bandung, 1987.
sekedar catatan: Kanjeng Gusti Putri ratu Dyah Phytaloka Citraresmi meninggal tidak dengan bunuh diri melainkan ikut
bertempur dan berhasil melukai mahapatih Gajah mada, sehingga akibatnya pertempuran bertambah sengit, sebab
Gajah Mada Berduel dengan sang Putri Dyah Phytaloka, meskipun akhirnya gugur, Sang Putri berhasil melukai Tubuh
gajah mada dengan Keris Singa barong berlekuk 13 Keris leluhur Pasundan peninggalan pendiri kerajaan
tarumanegara, yang bernama, Prabu Jayasinga Warman. akibat luka itu, Gajah Mada menderita sakit yang tidak Bisa
disembuhkan, dan akhirnya meninggal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perang Bubat<br />
Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih<br />
Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada<br />
dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M.<br />
Pernikahan Hayam Wuruk<br />
Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri<br />
Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di<br />
Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.<br />
Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph<br />
Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus<br />
antara Majapahit dan Sunda. Di mana Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit adalah keturunan Sunda<br />
dari Dyah Lembu Tal yang bersuamikan Rakeyan Jayadarma menantu Mahesa Campaka. Rakeyan Jayadarma sendiri<br />
adalah kakak dari Rakeyan Ragasuci yang menjadi raja di Kawali. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi<br />
Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran.<br />
Dengan demikian Prabu Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan,<br />
Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar putri Citraresmi. Upacara<br />
pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Sebenarnya dari pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri keberatan,<br />
terutama dari Mangkubuminya sendiri, Hyang Bunisora Suradipati karena tidak lazim pihak pengantin perempuan datang<br />
kepada pihak pengantin lelaki. Suatu hal yang dianggap tidak biasa menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat<br />
itu. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik karena saat itu Majapahit sedang melebarkan<br />
kekuasaan (diantaranya dengan menguasai Kerajaan Dompu di Nusatenggara).<br />
Namun Maharaja Linggabuana memutuskan tetap berangkat ke Majapahit karena rasa persaudaraan yang sudah ada<br />
dari garis leluhur dua negara tersebut. Maharaja Hayam Wuruk sebenarnya tahu akan hal ini terlebih lebih setelah<br />
mendengar dari Ibunya sendiri Tribhuwana Tunggadewi akan silsilah itu. Berangkatlah Maharaja Linggabuana bersama<br />
rombongan ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat<br />
Kesalahpahaman Gajah Mada<br />
Mahapatih Gajah Mada (dalam tata negara sekarang disejajarkan dengan Perdana Menteri) menganggap bahwa<br />
kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat merupakan suatu tanda bahwa Negeri Sunda harus berada di<br />
bawah panji Majapahit sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah dia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk<br />
naik tahta.<br />
Gajah Mada mendapatkan jabatan Mahapatih atas karirnya militernya di Majapahit, beliau mengawali karirnya sebagai<br />
prajurit pada kesatuan pengawal kerajaan Bhayangkara yang merupakan pasukan elit Majapahit. Beliau mendesak Raja<br />
Hayam Wuruk untuk menerima Putri Citraresmi bukan sebagai pengantin tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan<br />
mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Maharaja Hayam Wuruk sendiri bimbang atas permasalah itu<br />
karena Gajah Mada adalah Mahapatih (Perdana Menteri) yang diandalkan Majapahit saat itu.<br />
Gugurnya Rombongan Pengantin<br />
Kemudian terjadi Insiden perselisihan antara utusan dari Maharaja Linggabuana dengan Mahapatih Gajah Mada.<br />
Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Mahapatih Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa<br />
kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit bukan karena<br />
undangan sebelumnya. Namun Mahapatih Gajah Mada tetap dalam posisi semula.<br />
Belum lagi Maharaja Hayam Wuruk memberikan putusannya, Mahapatih Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya<br />
(Bhayangkara) ke pesanggrahan Bubat dan mengancam Maharaja Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit.<br />
Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Maharaja Linggabuana menolak tekanan itu, dan terjadilah<br />
peperangan yang tidak seimbang yang melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan pasukan yang besar dengan<br />
Maharaja Linggabuana dengan pasukan Balamati pengawal kerajaan yang berjumlah sedikit, bersama pejabat kerajaan<br />
dan para menteri yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Maharaja Linggabuana, para<br />
menteri dan pejabat kerajaan serta Putri Citraresmi.<br />
Maharaja Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali-yang saat itu<br />
berada di Majapahit untuk menyaksikan perikahan antara maharaja Hayam Wuruk dengan putri Citraresmi-untuk<br />
Nyaangan Alam Dunya<br />
<a href="http://www.kasundaan.org" rel="nofollow">http://www.kasundaan.org</a> Powered by Joomla! Generated: 23 October, 2009, 02:26<br />
menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi Pejabat Sementara<br />
Raja Negeri Sunda serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung<br />
Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.<br />
Namun akibat peristiwa Bubat ini (mungkin dalam dunia politik sekarang dikatakan Skandal Bubat), dikatakan dalam<br />
suatu catatan bahwa Hubungan Maharaja Hayam Wuruk dengan Mahapatihnya menjadi renggang. Gajah Mada sendiri<br />
tetap menjabat mahapatih sampai wafatnya (1364). Sementara akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri<br />
Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan<br />
kerabat Sunda. Sebagian lagi mengatakan yang dimaksud adalah larangan menikah dengan pihak timur negeri Sunda<br />
(Majapahit).<br />
Sumber<br />
- Yoseph Iskandar, &#8220;Perang Bubat&#8221;, Naskah bersambung Majalah Mangle, Bandung, 1987.<br />
sekedar catatan: Kanjeng Gusti Putri ratu Dyah Phytaloka Citraresmi meninggal tidak dengan bunuh diri melainkan ikut<br />
bertempur dan berhasil melukai mahapatih Gajah mada, sehingga akibatnya pertempuran bertambah sengit, sebab<br />
Gajah Mada Berduel dengan sang Putri Dyah Phytaloka, meskipun akhirnya gugur, Sang Putri berhasil melukai Tubuh<br />
gajah mada dengan Keris Singa barong berlekuk 13 Keris leluhur Pasundan peninggalan pendiri kerajaan<br />
tarumanegara, yang bernama, Prabu Jayasinga Warman. akibat luka itu, Gajah Mada menderita sakit yang tidak Bisa<br />
disembuhkan, dan akhirnya meninggal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ika</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8166</link>
		<dc:creator>ika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 06:37:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8166</guid>
		<description>@sundajaya: sudah gak usah banyak bicara...yg penting satu nusa satu bangsa..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sundajaya: sudah gak usah banyak bicara&#8230;yg penting satu nusa satu bangsa..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hakim</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8160</link>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 00:44:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8160</guid>
		<description>Pantes Belanda bisa 350thn menjajah, Orang Indon gampang diadu domba sihh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pantes Belanda bisa 350thn menjajah, Orang Indon gampang diadu domba sihh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hakim</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8159</link>
		<dc:creator>hakim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 00:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8159</guid>
		<description>Ahh... baca-baca aja kali ga perlu didebat sampe segitunya .............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahh&#8230; baca-baca aja kali ga perlu didebat sampe segitunya &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eka an aqimuddin</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8152</link>
		<dc:creator>eka an aqimuddin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8152</guid>
		<description>saya kira upaya Gajah Mada dengan Sumpah Palapa bukanlah sebuah niat untuk mempersatukan Nusantara. Lebih tepat untuk disebut dengan Ekspansi (penjajahan). Karena konsep Nusantara (Indonesia) baru lahir pd abad 16. terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya kira upaya Gajah Mada dengan Sumpah Palapa bukanlah sebuah niat untuk mempersatukan Nusantara. Lebih tepat untuk disebut dengan Ekspansi (penjajahan). Karena konsep Nusantara (Indonesia) baru lahir pd abad 16. terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arek</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8150</link>
		<dc:creator>arek</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 17:45:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8150</guid>
		<description>Sejarah adalah perjalan waktu yang telah di lalui oleh bangsa ini, adanya penyatuan wilayah nusantara adalah ide dan tindakan yang sangat berlian yang dimiliki oleh anak bangsa ini, dan adanya perang bubat adalah efek dari perpolotikan pada zaman itu.
Itu adalah efek dari setiap ambisi yang telah dikeluarkan dan dilakukan oleh anak bangsa dari patih Gajah Mada. bukannya Gajah Mada terpeleset oleh peristiwa ini, tapi ini harus dilakukan oleh patih untuk kejayaan (Glory) Nusantara yang dia impikan.
Tidak ada ambisi tanpa mengorakan semangat perjuangan, dan semangat itu adalah peperangan. Itu sejarah telah terjadi seperti kasus G30, dan paska kejadian tersebut, banyak anak bangsa yang meninggal..... saya juga marah, tapi bagaimana... ini sudah terjadi. Militer membabi buta membunuh orang pki dan orang orde lama, serta ingat kasus PETRUS pada tahun 1980-an..... siapa orang yang sekeji itu.. membunuh saudaranya sendiri. Dan kita tahu, siapa pelakunya ini, semua orang tahu.... presiden di zaman orde baru....
Waktu pasca reformasi, orang-orang juga tidak membunuh kaum golkar.... dan ini menandakan kita sudah dewasa dalam berpolotik, walaupu.... sangat dan sangat golkar adalah pengisap darah rakyat.
Kita mulai semua ini dengan kearifan dan bijak. Kasus Patih Gajah Mada dengan supah palapa dan perang bubat adalah kenyataan yang telah terjadi, dan saya sangat menyetujui dan memaklumi hal tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah adalah perjalan waktu yang telah di lalui oleh bangsa ini, adanya penyatuan wilayah nusantara adalah ide dan tindakan yang sangat berlian yang dimiliki oleh anak bangsa ini, dan adanya perang bubat adalah efek dari perpolotikan pada zaman itu.<br />
Itu adalah efek dari setiap ambisi yang telah dikeluarkan dan dilakukan oleh anak bangsa dari patih Gajah Mada. bukannya Gajah Mada terpeleset oleh peristiwa ini, tapi ini harus dilakukan oleh patih untuk kejayaan (Glory) Nusantara yang dia impikan.<br />
Tidak ada ambisi tanpa mengorakan semangat perjuangan, dan semangat itu adalah peperangan. Itu sejarah telah terjadi seperti kasus G30, dan paska kejadian tersebut, banyak anak bangsa yang meninggal&#8230;.. saya juga marah, tapi bagaimana&#8230; ini sudah terjadi. Militer membabi buta membunuh orang pki dan orang orde lama, serta ingat kasus PETRUS pada tahun 1980-an&#8230;.. siapa orang yang sekeji itu.. membunuh saudaranya sendiri. Dan kita tahu, siapa pelakunya ini, semua orang tahu&#8230;. presiden di zaman orde baru&#8230;.<br />
Waktu pasca reformasi, orang-orang juga tidak membunuh kaum golkar&#8230;. dan ini menandakan kita sudah dewasa dalam berpolotik, walaupu&#8230;. sangat dan sangat golkar adalah pengisap darah rakyat.<br />
Kita mulai semua ini dengan kearifan dan bijak. Kasus Patih Gajah Mada dengan supah palapa dan perang bubat adalah kenyataan yang telah terjadi, dan saya sangat menyetujui dan memaklumi hal tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Herman</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8143</link>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 04:41:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8143</guid>
		<description>Menurut yang saya baca dari beberapa referensi,, di bilang di situ klo diah citraresmi tidak mati bunuh diri,, melainkan mati ikut bertempur melawan Gajah mada....
jadi nyang bener neh....:P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut yang saya baca dari beberapa referensi,, di bilang di situ klo diah citraresmi tidak mati bunuh diri,, melainkan mati ikut bertempur melawan Gajah mada&#8230;.<br />
jadi nyang bener neh&#8230;.:P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sundajaya</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8136</link>
		<dc:creator>sundajaya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 19:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8136</guid>
		<description>Sumpah palapa sudah usang d telan waktu dan hanya cerita yang tidak bisa d percaya karena hanya sekedar bualan dari segelintir orang2 yang mengatakan gajah mada perkasa tapi kebenarannya d ragukan ( lukisannya juga ga ada hehehe... )&#039; yang ngarang juga paling asal-asalan ngarangnya ga ada bedanya dengan komik AVATAR  hahaha....!!!
kalau masalah kerja emang orang jawa saja yang kerja &#039; dari sabang sampai merauke bung orang bekerja dan berjuang untuk NKRI hahaha.....!!!
kalau masalah presiden &#039;kaya yg sdh bisa saja memakmurkan negeri ini saja &#039; kalau rakyat sdh makmur baru kita salut dan percaya.....
SUMPAH PALAPA ITU BOHONG &#039; KALAU SUMPAH PEMUDA BARU KITA PERCAYA.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumpah palapa sudah usang d telan waktu dan hanya cerita yang tidak bisa d percaya karena hanya sekedar bualan dari segelintir orang2 yang mengatakan gajah mada perkasa tapi kebenarannya d ragukan ( lukisannya juga ga ada hehehe&#8230; )&#8217; yang ngarang juga paling asal-asalan ngarangnya ga ada bedanya dengan komik AVATAR  hahaha&#8230;.!!!<br />
kalau masalah kerja emang orang jawa saja yang kerja &#8216; dari sabang sampai merauke bung orang bekerja dan berjuang untuk NKRI hahaha&#8230;..!!!<br />
kalau masalah presiden &#8216;kaya yg sdh bisa saja memakmurkan negeri ini saja &#8216; kalau rakyat sdh makmur baru kita salut dan percaya&#8230;..<br />
SUMPAH PALAPA ITU BOHONG &#8216; KALAU SUMPAH PEMUDA BARU KITA PERCAYA&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BIMA</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8124</link>
		<dc:creator>BIMA</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 13:41:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8124</guid>
		<description>mengapa musti ribut2 soal sejarah. pada kenyataannya majapahit adalah negara besar di nusantara ini pada jamannya,perang bubat adalah bagian dari sejarah suram pada masanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa musti ribut2 soal sejarah. pada kenyataannya majapahit adalah negara besar di nusantara ini pada jamannya,perang bubat adalah bagian dari sejarah suram pada masanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: RADEN PANJI</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8123</link>
		<dc:creator>RADEN PANJI</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 13:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8123</guid>
		<description>SUATU HAL YANG TIDAK BISA KITA PUNGKIRI BAHWASANNYA MAJAPAHIT ADALAH NEGARA BESAR PADA MASANYA,DAN GAJAH MADA ADALAH SESEORANG YANG MEMEPUNYAI JASA BESAR BAGI BANGSA INI.OLEH KARENA SUMPAH PALAPANYA ITU MAKA LAHIRNYA NUSANTARA INI.DAN INDONESIA TIDAK AKAN BISA MENJADI NEGARA KESATUAN SEPERTI INI.SETELAH MAJAPAHIT DAPAT MEMPERSATUKAN NUSANTARA ADA SEORANG EMPU  MAJAPAHIT YANG BERNAMA &quot; PU TANTULAR&quot;MENGARANG KITAB &quot;SUTASOMA&quot;,DAN DIDALAMNYA ADA SALAH SATU NASKAH YANG BERTULISKAN &quot;BHINEKA TUNGGAL IKKA&quot;YANG ARTINYA BERBEDA BEDA TETAPI TETAP SATU JUA&quot;.
DARI KITAB ITU LAH LANDASAN FUNDAMENTAL NEGARA INI TERUS DI USUNG OLEH NKRI SAMPAI SAAT INI.DAN MAJAPAHIT MERUPAKAN SALAH SATU WARISAN BESAR SEJARAH DUNIA.DAN BAGI ANDA ANDA YANG MENGHUJAT MAJAPAHIT TIDAK SAMA SEKALI BERPENGARUH PADA KEBESARAN DAN KEMASYURAN MAJAPAHIT DIMATA BANGASA INDONESIA DAN DUNIA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SUATU HAL YANG TIDAK BISA KITA PUNGKIRI BAHWASANNYA MAJAPAHIT ADALAH NEGARA BESAR PADA MASANYA,DAN GAJAH MADA ADALAH SESEORANG YANG MEMEPUNYAI JASA BESAR BAGI BANGSA INI.OLEH KARENA SUMPAH PALAPANYA ITU MAKA LAHIRNYA NUSANTARA INI.DAN INDONESIA TIDAK AKAN BISA MENJADI NEGARA KESATUAN SEPERTI INI.SETELAH MAJAPAHIT DAPAT MEMPERSATUKAN NUSANTARA ADA SEORANG EMPU  MAJAPAHIT YANG BERNAMA &#8221; PU TANTULAR&#8221;MENGARANG KITAB &#8220;SUTASOMA&#8221;,DAN DIDALAMNYA ADA SALAH SATU NASKAH YANG BERTULISKAN &#8220;BHINEKA TUNGGAL IKKA&#8221;YANG ARTINYA BERBEDA BEDA TETAPI TETAP SATU JUA&#8221;.<br />
DARI KITAB ITU LAH LANDASAN FUNDAMENTAL NEGARA INI TERUS DI USUNG OLEH NKRI SAMPAI SAAT INI.DAN MAJAPAHIT MERUPAKAN SALAH SATU WARISAN BESAR SEJARAH DUNIA.DAN BAGI ANDA ANDA YANG MENGHUJAT MAJAPAHIT TIDAK SAMA SEKALI BERPENGARUH PADA KEBESARAN DAN KEMASYURAN MAJAPAHIT DIMATA BANGASA INDONESIA DAN DUNIA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jorkom</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8082</link>
		<dc:creator>jorkom</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:55:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8082</guid>
		<description>Gajah Mada sangat tidak relevan dijadikan pahlawan Nasional, masa NKRI &amp; Gajah Mada(Majapahit) sudah beda zaman, pada zamannya  Kerajaan Majapahit justru Bersifat Agresor bagi kerajaan2 tetangga/Nusantara lainnya, jadi GM hanya mewakili Jawa saja, bagi daerah2 lainnya justru GM adalah Imperialis Penjajah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gajah Mada sangat tidak relevan dijadikan pahlawan Nasional, masa NKRI &amp; Gajah Mada(Majapahit) sudah beda zaman, pada zamannya  Kerajaan Majapahit justru Bersifat Agresor bagi kerajaan2 tetangga/Nusantara lainnya, jadi GM hanya mewakili Jawa saja, bagi daerah2 lainnya justru GM adalah Imperialis Penjajah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iman ramdhan</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8054</link>
		<dc:creator>iman ramdhan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 10:46:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8054</guid>
		<description>pemikiran para mafia telah di wariskan oleh para leluhur kita.sebagai generasi muda mari kita rubah pemikiran kita untuk kejayaan indonesia yang kita cintai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemikiran para mafia telah di wariskan oleh para leluhur kita.sebagai generasi muda mari kita rubah pemikiran kita untuk kejayaan indonesia yang kita cintai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iman</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8053</link>
		<dc:creator>iman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 10:38:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8053</guid>
		<description>history, &quot;our ship must all sail in the same direction&quot;. indonesian politic have man like this for a century, they are true mafia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>history, &#8220;our ship must all sail in the same direction&#8221;. indonesian politic have man like this for a century, they are true mafia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jaka Lelana</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8043</link>
		<dc:creator>Jaka Lelana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 10:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8043</guid>
		<description>Untuk Ramaning Satrio, Perlu diketahui pajajaran hanya kalah oleh orang Sunda sendiri yakni Maulana Yusuf dari Banten, Majapahit ga bisa naklukan pajajaran karena tentara Majapahit keok dipukul mundur tentara pajajaran dua kali saat nyerang pajajaran. Yang urang Sunda persoalkan adalah caranya Gajah Mada ingin menguasai Sunda bukan di medan pertempuran melawan tentara pajajaran yang sesungguhnya tetapi menekan rombongan penganten dengan sedikit pasukan pengawal dan rajanya untuk tunduk. Kami memandang cara gadjah mada sebagai tindakan pengecut dan tidak Ksatria,beraninya sama pasukan kecil. Akuilah dan tanyakan hati nuranimu apakah cara ini dibenarkan, jangan karena dicekoki pelajaran di sekolah dan demi kebesaran GM dengan idenya hamukti palapa yang nyata2 bentuk imperialis kuno,memang setelah pajajaran runtuh tak ada lagi kerajaan Sunda kuat di jawa barat dan mungkin saja daerah jawa barat berada di bawah mataram, ga masalah karena mataram melakukannya dengan cara diplomasi dan ta menyinggung harga diri orang sunda dan orang sunda ga pernah punya masalah dengan orang jawa tengah dan solo,yogya. Tapi dengan jawa timur dengan perlakuan gadjah madanya yang busuk dan licik, hal ini ditambah dengan keegoisannya yang tidak pernah minta maaf dan mengakui kesalahannya membantai rombongan penganten, ini bukan perang bung ini pembantaian, pertarungan yang tidak seimbang dari jumlah. Kalau pihak jawa timur mengannggap ini adalah kejeniusan taktik gajah mada maka nyatalah karakter para penguasa jawa timur mirip dengan nenek moyangnya Ken Arok yang seorang Begal, perampok yang tak mengenal nilai-nilai ksatria, menghalalkan segala cara untuk mencapai syahwat kekuasaan. Kalau memang begitu karakternya kita maklum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ramaning Satrio, Perlu diketahui pajajaran hanya kalah oleh orang Sunda sendiri yakni Maulana Yusuf dari Banten, Majapahit ga bisa naklukan pajajaran karena tentara Majapahit keok dipukul mundur tentara pajajaran dua kali saat nyerang pajajaran. Yang urang Sunda persoalkan adalah caranya Gajah Mada ingin menguasai Sunda bukan di medan pertempuran melawan tentara pajajaran yang sesungguhnya tetapi menekan rombongan penganten dengan sedikit pasukan pengawal dan rajanya untuk tunduk. Kami memandang cara gadjah mada sebagai tindakan pengecut dan tidak Ksatria,beraninya sama pasukan kecil. Akuilah dan tanyakan hati nuranimu apakah cara ini dibenarkan, jangan karena dicekoki pelajaran di sekolah dan demi kebesaran GM dengan idenya hamukti palapa yang nyata2 bentuk imperialis kuno,memang setelah pajajaran runtuh tak ada lagi kerajaan Sunda kuat di jawa barat dan mungkin saja daerah jawa barat berada di bawah mataram, ga masalah karena mataram melakukannya dengan cara diplomasi dan ta menyinggung harga diri orang sunda dan orang sunda ga pernah punya masalah dengan orang jawa tengah dan solo,yogya. Tapi dengan jawa timur dengan perlakuan gadjah madanya yang busuk dan licik, hal ini ditambah dengan keegoisannya yang tidak pernah minta maaf dan mengakui kesalahannya membantai rombongan penganten, ini bukan perang bung ini pembantaian, pertarungan yang tidak seimbang dari jumlah. Kalau pihak jawa timur mengannggap ini adalah kejeniusan taktik gajah mada maka nyatalah karakter para penguasa jawa timur mirip dengan nenek moyangnya Ken Arok yang seorang Begal, perampok yang tak mengenal nilai-nilai ksatria, menghalalkan segala cara untuk mencapai syahwat kekuasaan. Kalau memang begitu karakternya kita maklum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tentang Sunda Jawa &#171; color&#183;walk</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8029</link>
		<dc:creator>Tentang Sunda Jawa &#171; color&#183;walk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 17:44:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8029</guid>
		<description>[...] Sampai sekarang masih ngga enak? Iya. Coba baca komentar-komentar di sini. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sampai sekarang masih ngga enak? Iya. Coba baca komentar-komentar di sini. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ramaning Satrio</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8015</link>
		<dc:creator>Ramaning Satrio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 04:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8015</guid>
		<description>Orang sunda terlalu berlebihan menanggapi peristiwa bubat sebagai alasan perluasan wilayah majapahit. sebelum majapahit berdiri raja terakhir singosari &quot;Kertanegara&quot; telah menguasai swarnadwipa/sumatera, tanjungpura/kalimantan, dan SUNDA. Sedangkan majapahit adalah penerus singosari SO waktu majapahit berdiri sudah memiliki wilayah Sumatera, sebagian kalimantan dan SUNDA. Gajah Mada dengan Sumpah &quot;Palapa&quot;nya tidak menyebutkan swarnadwipa dan sunda karena telah menjadi wilayah majapahit saat itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang sunda terlalu berlebihan menanggapi peristiwa bubat sebagai alasan perluasan wilayah majapahit. sebelum majapahit berdiri raja terakhir singosari &#8220;Kertanegara&#8221; telah menguasai swarnadwipa/sumatera, tanjungpura/kalimantan, dan SUNDA. Sedangkan majapahit adalah penerus singosari SO waktu majapahit berdiri sudah memiliki wilayah Sumatera, sebagian kalimantan dan SUNDA. Gajah Mada dengan Sumpah &#8220;Palapa&#8221;nya tidak menyebutkan swarnadwipa dan sunda karena telah menjadi wilayah majapahit saat itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nanang fs</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8011</link>
		<dc:creator>nanang fs</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 01:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8011</guid>
		<description>Bukannya mau sombong, sejak jaman dulu orang Jawa lah yag paling berperan membentuk Nusantara ini. Gajah Mada hanya sebagian kecil dar orang-orang yang ingin mewujudkan negara bernama &quot;Indonesia:&quot; ini. Sebagai org Sunda ga perlu emosi atau membabi buta bela leluhurnya yg pasti pada waktu itu &quot;ngeyel&quot; keras kepala alias memberontak tidak mau menjadi Negara Kesatuan Kerajaan Maja Pahit (NKKM) hehe..yg menurut aturan waktu itu kerajaan Sunda dianggap bersalah to? Jd Udah resiko kalo harus &quot;terbinasakan&quot; karena perbuatannya sendiri. Di antara kerajaan Jawa sendiri ada yang harus &quot;dibinasakan&quot; akibat &quot;ngeyel&quot; td menurut hukum politik jaman dulu ada itu. Sekarang mah dah beda sobat..ya mari belajar bersama tentang sejarah, bertanyalah pada hati kalian yg paling dalam..bukankah orang Jawa paling banyak bekerja keras di negeri Indonesia ini, maka banyak yg jd birokrat ato teknokrat..kalau ada yg jelek..itu oknum segelintir sobat tidak bisa menjudge &quot;pars pro toto&quot; ya..maka belajarlah dari orang jawa yg baik-baiknya  saja ttg sopan santun, keuletan, keberanian dan ..tentu saja kepandaiannya..so stop emosi..slamat belajar sobat!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya mau sombong, sejak jaman dulu orang Jawa lah yag paling berperan membentuk Nusantara ini. Gajah Mada hanya sebagian kecil dar orang-orang yang ingin mewujudkan negara bernama &#8220;Indonesia:&#8221; ini. Sebagai org Sunda ga perlu emosi atau membabi buta bela leluhurnya yg pasti pada waktu itu &#8220;ngeyel&#8221; keras kepala alias memberontak tidak mau menjadi Negara Kesatuan Kerajaan Maja Pahit (NKKM) hehe..yg menurut aturan waktu itu kerajaan Sunda dianggap bersalah to? Jd Udah resiko kalo harus &#8220;terbinasakan&#8221; karena perbuatannya sendiri. Di antara kerajaan Jawa sendiri ada yang harus &#8220;dibinasakan&#8221; akibat &#8220;ngeyel&#8221; td menurut hukum politik jaman dulu ada itu. Sekarang mah dah beda sobat..ya mari belajar bersama tentang sejarah, bertanyalah pada hati kalian yg paling dalam..bukankah orang Jawa paling banyak bekerja keras di negeri Indonesia ini, maka banyak yg jd birokrat ato teknokrat..kalau ada yg jelek..itu oknum segelintir sobat tidak bisa menjudge &#8220;pars pro toto&#8221; ya..maka belajarlah dari orang jawa yg baik-baiknya  saja ttg sopan santun, keuletan, keberanian dan ..tentu saja kepandaiannya..so stop emosi..slamat belajar sobat!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: whisnu rendra b</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8001</link>
		<dc:creator>whisnu rendra b</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 02:49:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-8001</guid>
		<description>kitamah sekang orang indonesia.....tolong jangan di ributin masa lalumah......yang penting gimana caranya kita kita hidup rukun repeh rapih biar kita nyari rejeki tenang....jangan ngeributin harta tahta dan cinta...kaya fim india.betul ndak brur........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kitamah sekang orang indonesia&#8230;..tolong jangan di ributin masa lalumah&#8230;&#8230;yang penting gimana caranya kita kita hidup rukun repeh rapih biar kita nyari rejeki tenang&#8230;.jangan ngeributin harta tahta dan cinta&#8230;kaya fim india.betul ndak brur&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: CecepSumaryono</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-7988</link>
		<dc:creator>CecepSumaryono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:15:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-7988</guid>
		<description>Bapakku orang Jawa-Ibuku orang sunda kalau pada ribut gara-gara kesukuan lah aku belain siapa dong (belain Indonesia kaleeeee ....) 
Hari gini masih pada ribut ayo bubar semua....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapakku orang Jawa-Ibuku orang sunda kalau pada ribut gara-gara kesukuan lah aku belain siapa dong (belain Indonesia kaleeeee &#8230;.)<br />
Hari gini masih pada ribut ayo bubar semua&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gajah Mudik</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-7979</link>
		<dc:creator>Gajah Mudik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 16:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/2007/03/31/gajah-mada-perang-bubat/#comment-7979</guid>
		<description>mending tidur ajalah timbang ribut....
itung2 bt peta jaman dulu......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mending tidur ajalah timbang ribut&#8230;.<br />
itung2 bt peta jaman dulu&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
