Gajah Mada, Madakaripura Hamukti Moksa

madakaripura hamukti moksaBuku ke-lima, sekaligus buku terakhir, dari serial Gajah Mada karya Pak Langit. Buku ini adalah buku Gajah Mada yang harus saya selesaikan dengan susah payah, di tengah kesibukan pekerjaan dan setumpuk DVD yang lebih menjadi pilihan saya untuk bersantai. :-D

Berbeda dengan buku Gajah Mada sebelumnya, Perang Bubat, buku ini memberi keseimbangan pemikiran dari sisi Gajah Mada sendiri. Jujur saja, pada buku Perang Bubat saya adalah salah satu “pengutuk” Gajah Mada yang keras kepala dengan niatnya untuk “memaksa” Sunda berada di bawah panji Majapahit. Di dalam buku ini, Pak Langit berhasil menggambarkan ide-ide sisi lain mengapa Gajah Mada bersikukuh dengan tekadnya tersebut. Keseimbangan pemikiran ini pada akhirnya menyeimbangkan pola pikir saya dan memahami mengapa Gajah Mada teguh dengan pendiriannya agar Nusantara bersatu dalam satu bendera.

Buku kelima memberikan lebih banyak warna dibandingkan dengan buku lainnya. Cinta, air mata, kegalauan hati, dan yang paling penting bagi saya adalah keseimbangan yang saya ceritakan di atas. Meskipun demikian saya agak terganggu dengan “kesan” dongeng tanpa fakta tentang pengkhianatan putra Gajah Enggon atas nama cinta serta permintaan Hayam Wuruk kepada Gajah Mada untuk kembali menjadi Mahapatih Majapahit. Dua hal penting ini seharusnya terdapat di buku-buku sejarah, terlebih tentang niat Hayam Wuruk untuk “mempekerjakan” kembali Gajah Mada setelah efek Perang Bubat. Jika hal ini benar-benar terjadi maka secuil sejarah telah hilang dari catatan bangsa ini.

Book facts:
Judul: Madakaripura Hamukti Moksa
Pengarang: Langit Kresna Hariadi
Penerbit: Tiga Serangkai
Tahun: 2007
Halaman: x, 582 halaman

About these ads

2 thoughts on “Gajah Mada, Madakaripura Hamukti Moksa

  1. slmt ya pak ats sukses bk gajahmada nya,tp aq sndr mlh blm bc-e.tp stlh bc kmntr2nya aq jd penasaran bwt bc.mg buku candi murca nya jg sakses.kpn plng k solo?di tunggu main k psr legi nya he…he…

  2. Ya gitu dec, sejarah kan harusnya sejajar dan seara. Tapi realitanya pembelokan sejarah adalah mungkin salah satunya keunggulan bangsa ini, selaen korupsi, makar, dan bikin aliran sesat. Tanya kenapa kok sejarah bisa dibelok-belokin kaya jaln pegunungan itiu, atau jangan-jangan sang pembelok sejarah takut Aibnya kenongkar kali yee?? Walllahuallam bissawab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s