<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Harga BBM dan Subsidi</title>
	<atom:link href="http://aryanugraha.wordpress.com/2008/05/16/harga-bbm-dan-subsidi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2008/05/16/harga-bbm-dan-subsidi/</link>
	<description>any moment, any time</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 07:51:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: berhemat listrik dari titik terkecil &#171; Kisah Dua Dunia</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2008/05/16/harga-bbm-dan-subsidi/#comment-7791</link>
		<dc:creator>berhemat listrik dari titik terkecil &#171; Kisah Dua Dunia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 06:23:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/?p=205#comment-7791</guid>
		<description>[...] batasan pada lingkup keluarga kami. Misi lainnya adalah pembuktian dan implementasi konsep pada posting ini, dimana biaya berkaitan langsung dengan efisiensi. Bottom line: walk the talk. Apa bentuk efisiensi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] batasan pada lingkup keluarga kami. Misi lainnya adalah pembuktian dan implementasi konsep pada posting ini, dimana biaya berkaitan langsung dengan efisiensi. Bottom line: walk the talk. Apa bentuk efisiensi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sepekan dalam kacamata dua dunia &#171; Kisah Dua Dunia</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2008/05/16/harga-bbm-dan-subsidi/#comment-7755</link>
		<dc:creator>sepekan dalam kacamata dua dunia &#171; Kisah Dua Dunia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 14:13:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/?p=205#comment-7755</guid>
		<description>[...] harga bbm, kenaikan harga atau kenaikan biaya? Pendapat saya sudah tertuang jelas dalam posting ini. Tapi, saya tetap terkejut melihat efeknya pada kenaikan harga tiket pesawat yang akan saya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] harga bbm, kenaikan harga atau kenaikan biaya? Pendapat saya sudah tertuang jelas dalam posting ini. Tapi, saya tetap terkejut melihat efeknya pada kenaikan harga tiket pesawat yang akan saya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Myzone</title>
		<link>http://aryanugraha.wordpress.com/2008/05/16/harga-bbm-dan-subsidi/#comment-7750</link>
		<dc:creator>Myzone</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 14:24:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aryanugraha.wordpress.com/?p=205#comment-7750</guid>
		<description>Jawa mengkonsumsi 70% BBM bersubsidi, yang mana didonimasi oleh kend mewah pribadi di kota2.

Untuk itu sebaiknya dikenakan pajak tahunan progresif sesuai kelas dan cc mobil untuk nutupin subsidi BBM.

Pajak Tahunan sekitar 5-20% dari harga mobil.

Sbg contoh:
Avanza, Rp. 130jt, Pajak Tahunan 5% = Rp. 6,5jt/thn
Honda CRV Rp. 280jt, pajak Tahunan 10% = 28jt/tahun
Honda Odissey Rp. 450jt, pajak 15% = 67,5jt/tahun
Mercy S class Rp. 1 M, pajak 20% = 200jt/tahun.

Pajak tahunan Kendaraan niaga, truk, bis, plat kuning dan spd motor tetap tidak berubah. Krn dipake untuk usaha. 

Jadi untuk mrk yang mampu saja yang dikenakan pajak Tahunan yg tgi. Soalnya kalo dikasih skema mobil tertentu mesti membeli BBM non subsidi, akan terjadi calo2 atau penyenludupan BBM lagi. Tidak efektif. Tapi kalo dimasukkan dalam pajak tahunan, tidak akan terjadi penyelewengan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawa mengkonsumsi 70% BBM bersubsidi, yang mana didonimasi oleh kend mewah pribadi di kota2.</p>
<p>Untuk itu sebaiknya dikenakan pajak tahunan progresif sesuai kelas dan cc mobil untuk nutupin subsidi BBM.</p>
<p>Pajak Tahunan sekitar 5-20% dari harga mobil.</p>
<p>Sbg contoh:<br />
Avanza, Rp. 130jt, Pajak Tahunan 5% = Rp. 6,5jt/thn<br />
Honda CRV Rp. 280jt, pajak Tahunan 10% = 28jt/tahun<br />
Honda Odissey Rp. 450jt, pajak 15% = 67,5jt/tahun<br />
Mercy S class Rp. 1 M, pajak 20% = 200jt/tahun.</p>
<p>Pajak tahunan Kendaraan niaga, truk, bis, plat kuning dan spd motor tetap tidak berubah. Krn dipake untuk usaha. </p>
<p>Jadi untuk mrk yang mampu saja yang dikenakan pajak Tahunan yg tgi. Soalnya kalo dikasih skema mobil tertentu mesti membeli BBM non subsidi, akan terjadi calo2 atau penyenludupan BBM lagi. Tidak efektif. Tapi kalo dimasukkan dalam pajak tahunan, tidak akan terjadi penyelewengan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
