Beberapa hari belakangan ini saya menjadi penguji perubahan status karyawan, baik perubahan dari karyawan kontrak menjadi permanen maupun promosi. Secara umum semua berjalan dengan lancar, namun saya mencoba melihat jauh ke belakang saat saya diminta untuk menjadi “penguji” (kata yang tepat mungkin penggali, karena tugas kami menggali potensi yang dimiliki peserta presentasi) beberapa fresh engineer.
In my opinion, para engineer muda saat ini memiliki kedalaman pengetahuan yang cukup dalam. Beberapa diantara mereka yang kami gali juga memiliki wawasan yang cukup luas (again… relatif). Namun kelemahan mereka adalah dari kemauan untuk mengembangkan diri, menggali informasi di luar beban yang diembankan kepada mereka dan LOGIKA.
Terkadang saya cukup terkejut dan sistematika berpikir mereka saat mencoba memecahkan permasalahan. Tidak terstruktur- melompat-lompat, yang akhirnya tiba-tiba bisa muncul sebuah kesimpulan. Banyak sekali saya temukan kesimpulan yang diajukan mentah, bahkan tak jarang back-fired, mengakibatkan negative effect di tempat lain.
Pemahaman tentang integrated information masih belum muncul di kepala engineer muda kita.
Apa yang terjadi?
Saya pikir, sudah saatnya muncul mata kuliah systemic thinking dengan model aplikasi problem solution. Menggali informasi, melakukan analisa, hingga memberikan rekomendasi pemecahan masalah.
Sayang sekali jika dibiarkan berlarut-larut. Para engineer muda memang kader siap latih, bukan siap kerja. Namun jika otak mereka tidak terstruktur dengan baik, pe-er tersebut akan terbawa hingga pelaksanaan pekerjaan.





Setuju bro.. sekarang ini kebanyakan mereka tidak berpikir secara komprehensif sehingga banyak masalah yang terjadi akibat keputusan yang diambil sebelumnya…
Systemic Thinking perlu sekali untuk diberikan bagi mahasiswa semester awal sehingga tidak menganalisa event nya tetapi juga cause & effectnya…
Sudah baca buku Mind Set nya John Naisbit…
gw rekomendasi nih buku… ada kaitannya juga sama systemic thinking…