November 15, 2009 oleh arya
The city’s private water operators, PT Aetra Air Jakarta and PT PAM Lyonnaise (Palyja), slammed PT PLN for the ongoing blackouts that have made it difficult to supply water
Excerpt from The Jakarta Post.
Apa yang dapat manusia modern lakukan tanpa suplai air bersih? Efek rangkaian pemadaman listrik akan terus bergulir bagaikan bola salju dan menimbulkan efek-efek berantai yang lebih besar. Salah satu yang pernah saya alami saat berada di dalam rangkaian pemadaman listrik bergilir 72jam di kota tempat saya tinggal adalah penurunan kualitas hidup. Kesulitan pasokan air, sulit untuk mendapatkan makanan, kerusakan bahan-bahan masakan, kehilangan informasi dunia luar, dan masih bisa ditambahkan lagi deretan bencana susulan.
Menariknya, menurut saya pemadaman bergilir jarang masuk dalam ranah bencana yang bisa dikategorikan sebagai force majeure di dalam sebuah perjanjian. Contoh paling akhir adalah pemadaman bergilir di Jakarta. Kerusakan yang mengakibatkan kehilangan cadangan power untuk suplai disebabkan karena kelalaian. Penggunaan berlebihan dan perawatan yang tidak memadai menjadi faktor utama. Faktor pendukung adalah ketiadaan sparepart sebagai langkah antisipasi.
Lagi menurut saya, kasus ini adalah contoh manajemen operasi dan perawatan yang buruk.
Posted via email from footprints
Ditulis dalam Indonesia, brainstorm, opinion | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
The blackouts conducted by the state power company PT PLN are likely to slow economic growth in the fourth quarter of this year, said an official at the Jakarta chapter of the Central Statistic Agency (BPS)
Excerpt from The Jakarta Post.
Pada dasarnya faktor pendukung pertumbuhan ekonomi adalah ketersediaan infrastruktur serta energi. Pemerintah seharusnya memandang krisis listrik di seluruh penjuru Indonesia sebagai sebuah bencana. Ketika pemadaman terjadi di Jakarta barulah simpul kusut krisis energi menjadi prioritas penanganan. Kadang saya berpikir ibu kota seharusnya digilir sehingga pembangunan lebih merata ke pelosok negeri.
Posted via email from footprints
Ditulis dalam Indonesia, brainstorm, opinion | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
As I’m sure you know, we generally don’t comment about timelines for releasing specific features or products. But we’ve been quoted a few times saying Chrome for mac should be out by the end of the year
Excerpt from Techcrunch.
I’ve been playing with Chrome several days and impressed with the speed and its clean look. However, the “top site” (what do you call top site of Safari in Chrome?) is not updating its thumbnail like the way of Safari does. And it’s quite iritating my eyes.
Posted via email from arya [at] posterous
Ditulis dalam brainstorm | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
Ya, ya, ya. Saya tahu bahwa arti dari “daily” adalah harian. Namun apa daya konsentrasi harus dipindahkan pada hal lain.
Update:
Upss. Ternyata 5 (lima) hari.
Posted via email from footprints
Ditulis dalam personal | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
Ya, ya, ya. Saya tahu bahwa arti dari “daily” adalah harian. Namun apa daya konsentrasi harus dipindahkan pada hal lain.
Update:
Upss. Ternyata 5 (lima) hari.
Posted via email from footprints
Ditulis dalam personal | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
As I’m sure you know, we generally don’t comment about timelines for releasing specific features or products. But we’ve been quoted a few times saying Chrome for mac should be out by the end of the year
Excerpt from Techcrunch.
I’ve been playing with Chrome several days and impressed with the speed and its clean look. However, the “top site” (what do you call top site of Safari in Chrome?) is not updating its thumbnail like the way of Safari does. And it’s quite iritating my eyes.
Posted via email from arya [at] posterous
Ditulis dalam brainstorm | Leave a Comment »
November 14, 2009 oleh arya
When you’re a huge web company, and you choose a name for something as important as a new programming language, you should take great care to investigate whether the name is already taken
Excerpt from Mashable.
Apparently, Google didn’t do that. Whether it’s intentionally or merely careless, I can tell you that finding a name can be difficult. And I’m trying to find a name for my second daughter.
Posted via email from arya [at] posterous
Ditulis dalam brainstorm | Leave a Comment »