Menjadi ayah itu menyenangkan

Sudah lebih dari seminggu ini Nayya aktif tengkurap. Memang sudah waktunya. Bahkan dua hari belakangan ini dia selalu tengkurap saat dibaringkan, tidak peduli dimanapun itu. Kecepatan proses tengkurap juga semakin tinggi. Proses memiringkan tubuh, berguling dengan bantuan otot-otot paha dan perut, dan diakhiri dengan menarik keluar tangan yang tertindih oleh badan dapat diselesaikannya dalam waktu kurang dari 1 detik.

Yang aneh adalah tidak ada seorangpun, saya, istri saya, maupun orang lain, yang mengajari Nayya untuk melakukan keseluruhan proses tersebut. Ini sangat menarik. Bagaimana bayi mampu mempelajari hal-hal baru, bahkan yang tidak diajarkan kepada dirinya.

Beberapa gerakan pada dasarnya adalah gerak refleks dan sudah dimiliki oleh bayi sejak lahir. Contohnya adalah menghisap dan menggenggam.
Namun proses (baca: keterampilan) yang kompleks, seperti tengkurap di atas, seolah-olah telah ada di dalam benaknya dan yang diperlukan olehnya adalah melatih keterampilan tersebut hingga ia mahir melakukannya.

Subhanallah.

Selain Nayya, saya juga mendapat pengalaman dan pelajaran baru berkaitan dengan masalah tengkurap ini.

  1. Proses tengkurap selalu dimulai dengan cara memiringkan badan ke arah kanan. Sampai saat ini saya masih bingung kenapa selalu ke kanan. Belum ada literatur yang bisa saya dapatkan untuk menjawab kebingungan tersebut.🙂 Apakah memang seluruh bayi pasti memulai proses tengkurap pertamanya dengan cara berguling ke arah kanan?
  2. Biarkan bayi kita belajar sendiri. Maksudnya adalah membiarkan bayi kita mencoba untuk melakukan sesuatu secara mandiri. Kita hanya mengawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau diluar batas kemampuan sang bayi. Saya selalu mencoba membiarkan Nayya untuk menarik keluar tangannya yang tertindih oleh badannya setelah ia berguling. Kadang ia berhasil namun tidak jarang juga usahanya gagal hingga akhirnya ia "mengomel" sendiri dan "meminta" bantuan saya.
  3. Bayi yang bisa tengkurap belum tentu bisa kembali berbaring dari posisi tengkurap. Kadang saya heran, namun memang begitu adanya. Sepertinya proses berlawanan ini juga akan dapat dilakukan setelah melalui tahapan pelatihan.

Momen indah yang melekat di kepala saya berkaitan dengan tengkurapnya Nayya adalah saat ia mampu berguling dan menarik tangannya keluar untuk pertama kalinya, dan hal ini saya saksikan sendiri, bukan diceritakan oleh Bunbun. (panggilan Bunda).😀

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Menjadi ayah itu menyenangkan”

  1. Nayya sih sampai sekarang masih terus “nganan” dan keukeuh juga belum bisa balik lagi. “Beurat bujur” kayaknya.😀

Comments are closed.