Air Minum Gratis

air minum gratisSelama di Jakarta saya biasanya menginap di rumah ibu mertua. Terlebih kali ini, saat kunjungan saya ke Jakarta adalah untuk “memboyong” istri dan putri saya kembali ke rumahnya jauh di luar Jawa.

Siapapun yang masuk ke rumah mertua saya pasti akan bertanya saat melihat sebuah pot air mineral ukuran galon di pagar rumah. Sebagian keran pot air bahkan terlihat dari luar dan dapat diakses dan digunakan dari luar.

Pot air ini memang disediakan bagi orang-orang haus yang lewat di depan rumah. Sebetulnya pot air ini lebih ditujukan bagi anak-anak sekolah dan tukang becak yang melintas di depan rumah. Namun dalam sekejap popularitas air minum gratis ini meningkat sehingga dapat digunakan oleh siapa saja.

Akhirnya ibu mertua saya perlu melakukan sosialisasi maksud dan tujuan penyediaan dan penggunaan pot air ini, namun tetap tanpa membatasi pengguna air minum ini.

Saat saya tanya, ibu mertua bermaksud menyediakan air minum gratis ini bagi anak-anak sekolah (SD) yang pulang berjalan kaki dan para tukang becak yang melalui rumah ini untuk sekedar melepas dahaga.

Ibu bilang ia selalu terkenang saat putrinya (istri saya) pulang sekolah dalam keadaan haus sehingga setiap kali tiba di rumah selalu mencari air minum. Hal ini yang mendorong beliau untuk menyediakan air minum gratis di depan pagar rumah.

Ketulusan ini ternyata berbalas dengan “nyanyian” merdu anak-anak di siang terik;

Bu, minta airnya…..

Makasih, Bu….

…bahkan saat tidak ada orang yang terlihat di rumah.

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

1 thought on “Air Minum Gratis”

Comments are closed.