Best Before date dan Expiration date

Jujur saja, selama 6 bulan ditinggalkan istri cuti melahirkan, saya jarang, bahkan tidak pernah, menyentuh barang-barang (baca: persediaan) yang ada di dapur dan lemari es. Yang saya sentuh paling kecap, sambal, syrup, dan snack. Snack pun hanya yang saya beli saat berbelanja ke supermarket.

Meskipun 4 benda tadi saya sentuh, saya tidak pernah memerhatikan “best before date” atau “expiration date” yang tertera pada masing-masing kemasan.

3 hari yang lalu, saat istri saya membongkar dan membersihkan seluruh persediaan panganan, bumbu dapur, dan minuman di dapur serta lemari es kami, istri saya mendapatkan kenyataan yang mengejutkan. Hampir seluruh persediaan tersebut melewati tanggal best before yang tertera pada masing-masing kemasan. Tanpa kompromi, istri saya membungkus semua persediaan yang tanggal best before dan expiration-nya telah lewat dan membuangnya.

Kecap, sambal, dan syrup yang biasa saya nikmati saat ia tidak ada di rumah termasuk dalam persediaan yang dibuang. 😀

Meskipun saya sadar saya salah, saya masih mencoba untuk “ngeles” (ckckck) dan menyatakan bahwa rasa kecap dan syrup masih enak. 🙂

Selain itu, best seharusnya adalah superlatif dari good.
Good – better – best.
Jadi, setelah best before seharusnya ada better before, dan good before. Setelah itu barulah makanan dinyatakan tidak layak makan.

Saat saya browsing tadi malam, mencoba mencari penjelasan tentang pengertian best before, saya cukup terkejut saat menyadari bahwa apa yang saya pikirkan di atas tidak terlalu salah.

Best before date dan expiration date biasanya dikaitkan dengan makanan dan minuman. Keduanya bertujuan untuk menjelaskan pada konsumen tanggal dimana makanan dan minuman sebaiknya dikonsumsi. Meskipun demikian masing-masing memiliki konsep yang berbeda.

Best before pada prinsipnya berhubungan dengan kualitas makanan (food quality). Artinya saat tanggal best before terlampaui belum tentu makanan tersebut tidak layak makan, meskipun demikian kualitas makanan telah menurun.

Berbeda dengan best before, expiration date berkaitan dengan keamanan makanan (apakah suatu makanan aman atau tidak untuk dimakan – food safety). Saat menyentuh titik expiration date, makanan telah mengalami kontaminasi oleh dan kerusakan akibat bakteri, racun, atau parasit. Oleh karena itu secara tidak langsung expiration date berhubungan dengan kemungkinan makanan menjadi penyebab dari suatu penyakit.

Mode “ngeles”: ON
Kecap, sambal, dan syrup di atas sebenarnya masih aman. Toh mereka masih berada pada zona better before (atau good, mungkin?). 😀

Mode “ngeles”: OFF
Meskipun demikian, resiko terkena penyakit yang disebabkan karena penurunan kualitas makanan tetap ada. Daripada mengambil resiko yang tidak perlu, lebih baik memanfaatkan makanan yang memang layak untuk dikonsumsi kan?

Sumber: Wikipedia, keyword: Best Before, Shelf Life, dan Food Safety.

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Best Before date dan Expiration date”

  1. gue juga selama ini gak terlalu perhatiin masalah itu kalo mau beli makanan di supermarket, soalnya gue pikir gak mungkin supermarket berani menjual barang2 dengan tanggal best before yang dah lewat, tentunya mereka gak mau kena sanksi yang berat kan. tapi harus di akui kebiasan seperti itu harus di rubah bukan hanya untuk kita sendiri tapi juga untuk keluarga kita, bener gak?

  2. Kalo di kota kecil ini, yang nun jauh dari Jawa sono, saat beli makanan di supermarket harus detil memeriksa expiration date-nya. Soalnya kadang-kadang sang Penjual tetap memajang barang-barang yang sudah expired.
    Eh, lepasnya di rumah. Tapi lebih karena makanannya awet (gak pernah dimakan) sih, sehingga melewati tanggal expired-nya.

Comments are closed.