The One With The Charger

Pagi ini, seperti pagi-pagi lainnya, sebelum berangkat saya melakukan pengecekan standar perangkat kerja dan gadget yang biasa saya bawa ke kantor.

Ballpoint, check.
ID Card, check.
Laptop, check.
PDA, check.

Eh, sebentar…
tut..tut..tut.. (“menekan tombol on-screen”).
Huaduh, indikator batere sudah merah. Bisa mati tiba-tiba nih. Boss bisa ngomel lagi kalau ia tidak bisa menghubungi saya.
Charger…charger…charger…jangan lupa bawa charger PDA, charging di kantor saja.
Nah, ini dia…

Charger PDA, check.

Lho, charger laptop saya dimana ya? Tadi malam saat menyelesaikan laporan KPI masih saya pakai di ruang tengah deh. Ah, itu dia.

Charger laptop, check.

Hmm, hari ini rencananya saya akan mengambil gambar pertandingan futsal di lapangan depan kantor, perlu bawa digicam deh kayaknya.
Digicam…digicam…nah ini dia.

Digicam, check.

Tanpa sengaja jemari saya menarik jendela penutup lensa kamera.
Zzzzzzzzz (“lensa keluar, kamera mode = ON”)
Lho, lampu indikator batere kedip-kedip! Duuh, batere digicam juga drop.
Charger…charger…

Bunda, charger digital camera dimana ya?

Bunda menyahut,

Ada di dalam lemari rak TV, di rak bagian bawah nomor dua dari atas, di balik charger HP Bunda

Oh, nah…ini dia.

Charger digicam, check.

Jadi, berapa banyak charger yang anda miliki? 😀

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

5 thoughts on “The One With The Charger”

  1. to aribowo: berapa banyak charger yang Anda miliki? 😉
    posting ini sebetulnya ingin mengungkapkan bahwa ternyata kita terikat oleh charger yang berbeda-beda untuk tiap gadget yang dekat dengan kita, artinya jika anda memiliki 4 gadget – maka hampir pasti anda memiliki 4 buah charger.

Comments are closed.