Berinteraksi dengan Manusia

Pernahkah Anda menemui orang sulit dalam kehidupan Anda? Atau dalam pekerjaan Anda?

Orang sulit adalah:

  1. orang yang Anda tidak tahan berhadapan dengannya
  2. orang yang tidak melakukan apa yang Anda inginkan
  3. orang yang melakukan apa yang tidak Anda inginkan
  4. orang yang membuat Anda tidak tahu bagaimana memperlakukan mereka

DAN…Anda tidak menyukai perilaku tersebut.

Meskipun demikian, Anda juga perlu berhati-hati tentang siapa orang sulit itu sebenarnya. Jangan-jangan ANDA adalah salah satu dari orang sulit tersebut. 🙂

Mengenali orang sulit tidaklah sulit (duh, bahasanya). Mengetahui mengapa seseorang menjadi orang sulit, itulah baru tantangannya.

Seseorang akan menjadi “orang sulit” bila motifnya dihalang-halangi atau terancam. Ada 4 motif perilaku manusia (berdasarkan ilmu psikologi – dan jangan tanya saya masalah psikologi):

  1. Motif untuk menyelesaikan tugas, dengan tujuan menguasai Anda dan keadaan.
  2. Motif untuk melaksanakan tugas dengan benar, dengan tujuan mengejar kesempurnaan
  3. Motif untuk berhubungan dengan baik, dimana tujuannya adalah membangun dan mengembangkan hubungan
  4. Motif untuk mendapat penghargaan, dengan tujuan mendapatkan perhatian/penghargaan dari orang lain

Artinya seseorang yang memiliki motif menyelesaikan tugas akan menjadi orang sulit jika Anda menjadi penghalang dirinya dalam menyelesaikan tugas. Segala cara akan ditempuhnya agar tugas yang dibebankan kepada dirinya dapat diselesaikan, bahkan dengan cara “melibas” Anda bagaikan tank, jika diperlukan.

Nah, kewajiban kitalah (kebetulan dalam kasus ini: Saya) untuk mengenal perilaku masing-masing motif, mengenal peran kita (kembali dalam kasus ini: Saya) untuk kemudian ber-interaksi dengan mereka sehingga hubungan kerjasama dapat menjadi sebuah sinergi dan bukan buang-buang energi.

Lalu bagaimana cara berinteraksi yang “menyenangkan”, baik dengan orang mudah maupun dengan orang sulit:

  1. Buatlah kesan baik saat awal berjumpa
    Cara yang paling sederhana, namun beberapa orang sering menganggapnya paling sulit, adalah dengan memberikan seyum yang tulus.
  2. Jadikan orang lain merasa dirinya penting
    Ada lima hal yang berhubungan dengan membuat orang lain merasa penting yaitu menjadi pendengar yang baik, memberikan penghargaan yang tulus, mampu memberikan persetujuan bahkan saat Anda tidak setuju, mengucapkan Terima Kasih, dan memberikan kritik yang membangun.

Bagi saya, ada tiga kata (lebih tepatnya kalimat) kunci yang sebenarnya menjadi fokus dalam berinteraksi dengan manusia
Senyum yang tulus, penghargaan yang sewajarnya, dan ucapan terima kasih yang tulus.

And remember: Be Personal – Say his/her name.
Ini yang paling berat bagi saya, yang sering lupa dengan nama orang. Help!

Sumber: People Skill In-House Training – by HRD Dept

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

6 thoughts on “Berinteraksi dengan Manusia”

  1. same problem w/ me 😀
    susah ngapalin nama orang kekekekk…

    yang susah tentang orang sulit adalah…menentukan siapa sebenarnya si orang sulit…dia…atow jangan2 kita sendiri 😛

    gua ada tulisan Gede Prama tentang manfaat “orang sulit”…ntar gua forward ya….

  2. saya berinteraksi dengan orang bertujuan memberikan yang terbaik bagi mereka. sebenarnya kebahagiaan kita adalah ketika kita bermanfaat bagi orang lain dan membuat mereka bahagia. salah satunya dengan senyuman dan memberikan bantuan. tp yang membuat saya sulit, ketika mereka menyalah artikan senyuman dan kebaikan kita.

  3. kayaknya gua lebih milih jadi orang “aneh” aja deh. Soalnya sering jadi pusat perhatian. Kayak selebritis gitu deh…..

Comments are closed.