Selamat Ulang Tahun Indonesia

17 Agustus tahun empat lima
itulah hari kemerdekaan kita
hari merdeka, nusa dan bangsa
hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka!

“Merdeka!”, seru abang kernet metromini, sambil menghitung uang ribuan dalam genggamannya
“Merdeka!”, seru PakLik tukang sayur, sambil menata dagangannya
“Merdeka!”, seru anak-anak tukang semir sepatu di toilet lembab dan bau bandara Sepinggan
“Merdeka!”, seru MbakYu jamu gendong, sambil menyeka peluhnya
“Merdeka!”, seru tukang sapu jalan di perempatan Pramuka, sambil membuang puntung rokok
“Merdeka!”, seru tukang bangunan, sambil terkantuk-kantuk saat jam makan siang
“Merdeka!”, seru dua orang pemuda berseragam putih-abu di balik warung sambil menghisap bong dan nyuntik
“Merdeka!”, seru serombongan mahasiswa sambil mengacung-acungkan spanduk “Turunkan harga”
“Merdeka!”, seru direktur perusahaan GanyangRakyatMiskin, sambil menyeruput kapucino dalam ruang berpendinginnya
“Merdeka!”, seru anggota DPR yang menilep duit buat bayar hutang yang ia pinjam saat mengikuti pemilihan wakil rakyat
“Merdeka!”, seru direktur stasiun tv yang bikin acara fitnah, porno, dan kagak berotak lainnya
“Merdeka!”, seru bapak polisi yang senang berdamai di sudut pos polisi perempatan jalan
“Merdeka!”, seru bapak hakim yang sesudah menyelesaikan sidang korupsi lalu menjadi terdakwa korupsi

61 tahun sudah kamu merdeka, tapi apa arti merdeka bagi dirimu?
Apakah merdeka seperti di atas yang kamu cita-citakan?
Apakah merdekamu sama dengan merdeka mereka?
Apakah merdekamu sama dengan merdekaku?

Apakah ini gambaran yang kamu impikan sebagai balasan tangis, darah, dan nyawa untuk sebuah kemerdekaan?
Aku cinta kamu, tapi aku tidak buta, dan juga tidak bodoh.

Ah,
Selamat ulang tahun Indonesia.

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.