IT, Gadget, dan Bayi Usia 5 Bulan

Masih jelas dalam ingatan saat pertama kali saya mengenal komputer. Saat itu saya kelas 3 SD dan menjadi maniak permainan komputer di layar monokrom dengan pendar warna hijau menyelimuti layar. Maniak komputer yang tidak punya komputer sebab saya hanya bermain game di rumah salah seorang teman.

Masih jelas dalam ingatan saya saat pertama kali mengenal cara berkomunikasi lewat telepon rumah. Saat itu saya (mungkin) masih kelas 1 SD. Rumah Bude memiliki sebuah telepon antik dengan bentuk antik. Masih jelas juga bagaimana rasanya memiliki telepon di rumah sendiri saat saya menginjak kelas 2 SMP.

Kelas 5 SD saya baru mengenal dan mengecap rasanya bermain game console. Itupun setelah merengek-rengek setengah mati minta dibelikan sebuah Nintendo. 😀

Masih jelas juga dalam ingatan saat saya pertama kali mengenal telepon genggam. Saat itu saya menginjak masa-masa SMA dan tengah melakukan pedekate pada adik kelas sekolah tetangga. Saat itu ia sudah membawa telepon genggam, meskipun ukurannya cukup mengerikan dan bisa digunakan sebagai senjata pengganti batubata saat tawuran.

Masih juelas banget saat saya menyadari saya menyenangi bahasa logika dalam pemrograman dan saat dunia maya mengisi hari-hari dunia nyata. Kedua hal tersebut terjadi di masa-masa kuliah. Begadang semalaman di LabKom. Menginap bermalam-malam di rumah teman yang punya akses kedua hal tersebut. Semua hal dilakukan agar saya bisa berdekatan dengan komputer. Maklum saat itu saya tidak punya komputer. Saya baru memiliki komputer saat memasuki semester 6. Dan semua hobi yang berkaitan dengan komputer – game, nonton vcd, browsing, email, bikin tugas akhir (ah, ini bukan hobi sih) – bisa terpuaskan.

Laptop? Merasakan ringannya membawa laptop, dibandingkan saat saya harus menjinjing CPU ke LabKom, saat memasuki tahap-tahap akhir Tugas Akhir. Berkat kebaikan hati seorang teman (Erwin Satibi – dimana kamu sekarang ya?), saya bisa bolak-balik rumah-kampus-Pindad dengan sebuah tas jinjing laptop. Ringan dan (jelas) gaya. 😀

Sampai 1 tahun masa kerja, saya tidak pernah mengetahui cara menggunakan mobile phone. Bagi saya saat itu, henpon merupakan barang yang “wah” dan juga “tidak dibutuhkan”. Maklum, saat itu sinyal di bagian timur Kalimantan masih sulit menembus rindangnya pepohonan dan lebatnya hutan. 😀

Saat ini?
Sebuah laptop dan PDA-phone hampir pasti selalu berada di dekat saya.
Belum lagi sarana informasi lainnya dan juga media pendukungnya, mulai dari digicam, USB drive, televisi, radio, dvd player, hot-spot area, koran, internet, news-ticker, dan masih banyak lagi menjadi makanan sehari-hari.

Foto di atas diambil oleh istri saya. Meskipun hanya menampilkan belakang kepala dua generasi manusia dan sebuah laptop yang menampilkan sebuah bahan presentasi yang tengah saya buat, foto tersebut ternyata menghasilkan efek yang cukup hebat, bagi saya.

Saya, mungkin, memang terlambat dalam mengenal berbagai bentuk media komunikasi, informasi, dan teknologi yang berkaitan dengannya.

Namun sepertinya siklus teknologi turun dengan sangat cepat. Nayya bahkan telah mengenal laptop sejak usia 5 bulan. Setiap kali saya bekerja dengan laptop di atas kasur, maka Nayya akan selalu bergerak ke arah laptop dan bersama saya menekan (bahkan memukul dengan semangat) tuts-tuts keyboard. Ketertarikannya pada laptop lebih besar dibandingkan pada boneka yang saya berikan padanya. Saat Treo yang saya miliki tergeletak di sebelah boneka Pooh, Nayya akan merangkak secepatnya, berusaha untuk meraih sang Treo. 😀

Entah darimana ketertarikan itu muncul, namun sepertinya Nayya selalu lebih tertarik pada barang-barang elektronik dibandingkan dengan boneka-boneka yang dimilikinya. Saya dan istri sama sekali tidak pernah memperkenalkan secara khusus semua gadget, koran, atau benda elektronik dan sarana informasi lainnya.

Ketertarikan mungkin muncul saat ia melihat kami selalu berinteraksi dengan benda-benda tersebut. Perlu diakui bahwa kehidupan manusia saat ini pasti tidak akan bisa lepas dari benda-benda tersebut.

atau…
Apakah gadget-mania bisa diturunkan melalui gen? 😀

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

4 thoughts on “IT, Gadget, dan Bayi Usia 5 Bulan”

Comments are closed.