Dongeng Penutup Malam

Apakah Anda pernah mendapat nasihat dari bayi berusia 5 bulan?

Seminggu sudah saya mengubah jadual malam hari. Biasanya malam hari adalah malam saya meneruskan pekerjaan kantor yang tersisa, menyaksikan televisi, mengobrol dengan istri, atau bercanda dengan Nayya.

Namun seminggu yang lalu, Nayya mengubah kebiasaan ini. Dimulai dari suatu sentuhan jemari tangannya pada betis saya saat saya tengah duduk di lantai dengan laptop di atas pangkuan. Saya berusaha memindahkannya menjauh dan memberikannya remote tv sebagai mainan. Namun tidak lama, Nayya kembali merangkak menghampiri saya, menyentuh lengan saya, dan mengoceh.

Saat saya tatap matanya, Nayya balas menatap mata saya dan ia tersenyum – lalu kembali mengoceh dengan riang.

Saat saya pindahkan Nayya menjauh, ia kembali melakukan hal yang sama. Bahkan saat menyentuh diri saya, Nayya memandang saya lebih lama (tentu saja dengan mata bulat polosnya).

Tiba-tiba saya tersadar…
Nayya mencoba mengingatkan diri saya dan bertanya,

Ayah,
Apakah ada waktu tersisa untuk diriku?

Seminggu sudah, setiap malam, saya memiliki jadual hanya untuk berkumpul bersama Nayya dan Bunbun. Biasanya tempat yang kami pilih adalah kasur di kamar, dimana Nayya bisa bebas bergulingan, dan cukup sejuk karena ber-AC (yang ini jelas buat Ayah dan Bunbun :-D).

Kadang saya bercerita tentang kegiatan saya sepanjang hari yang lalu disambung dengan kisah kegiatan Bunbun dan Nayya sepanjang hari. Kadang saya dan Bunbun bercanda dan bermain dengan Nayya. Tidak jarang juga saya membacakan sesuatu untuk Nayya. Dengan mata bulatnya, Nayya selalu memandangi saya saat saya membaca – tidak perduli apakah yang saya baca koran, brosur, laporan bulanan yang saya bawa ke rumah, atau tagihan rekening listrik – dan Nayya akan selalu menengahi dengan ocehan khasnya, seolah-olah ia mengerti apa yang saya bicarakan. Lalu berguling dan bersandar, kadang pada diri saya atau pada diri Bunbun.

Apapun yang kami lakukan, hanya satu yang Nayya pahami, bahwa ayah dan Bunbun ada di sana, memiliki waktu khusus baginya, bersamanya.

Percayalah, Sayang.
Dirimu akan mendapatkan waktu kami,
bukan hanya sekedar sisa waktu!

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

3 thoughts on “Dongeng Penutup Malam”

Comments are closed.