Nayya Demam

Akhirnya, kurun waktu tiga hari yang menegangkan telah berlalu.

Tiga hari yang lalu, di mulai saat sore menjelang malam, secara tiba-tiba temperatur badan Nayya (6 bulan 2 minggu) naik hingga 37.5 derajat celcius. Meskipun di pagi keesokan harinya temperatur sedikit menurun namun temperatur Nayya masih terus naik turun.

Saat malam kedua, temperatur badan Nayya mencapai puncaknya: 39.5. Panik sempat melanda saya dan Bunbun. Kompres dan Sanmol seolah tidak berguna untuk menurunkan temperaturnya. Yang bisa kami lakukan saat itu hanya menemaninya begadang, mencoba memberikan sejuta kenyamanan bagi dirinya. Bahkan dengan cara menidurkannya di atas dada Bunbun sepanjang malam.

Alhamdulillah, pagi ini (Jumat, 15 September 2006) temperatur badan Nayya sudah turun di bawah 37, bahkan terus menurun hingga ke batas normal sepanjang siang.

Ada beberapa catatan yang saya dapatkan sepanjang masa demam Nayya yang dapat saya bagi disini:

  1. JANGAN PANIK
    Menulis lebih mudah daripada melaksanakannya 😀 Namun, seriously, kunci saat menangani si buah hati yang tengah sakit adalah ketenangan. Panik akan mengaburkan penilaian atas situasi yang terjadi sehingga tindakan pengobatan maupun antisipasi tidak dapat dilaksanakan dengan tepat. Ada tips menarik yang saya dan Bunbun lakukan berkaitan dengan masalah panik ini:

    1. Jika panik tidak bisa dihindari (namanya juga anak pertama), paniklah bergantian. Hal ini telah kami terapkan dan memang terbukti ampuh untuk menenangkan pihak lain yang tengah panik. Saat Bunbun panik, saya yang bertindak rasional mencarikan solusi dan menenangkan atau sebaliknya
    2. Jika panik tidak bisa dihindari, namun kali ini kedua pihak panik, jangan berlama-lama dalam kondisi panik. Ingatkan selalu diri masing-masing bahwa panik tidak membawa manfaat apapun, oleh karena itu panik yang sedang dialami harus dihentikan sesegera mungkin. Usahakan panik yang kalian alami tidak lebih dari 5 menit. 😀
  2. DEMAM BUKAN SUMBER MASALAH
    Demam bukanlah suatu penyakit. Demam adalah gejala dari penyakit – dan gejala tidak akan hilang bila penyebabnya tidak ditangani.

    Sebenarnya apa sih demam itu?
    Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh (dalam pembahasan ini lebih ditujukan pada suhu tubuh anak) mencapai lebih dari 37.8 derajat celcius dan prosesnya terdiri dari 3 tahapan yaitu (1) naiknya suhu tubuh hingga mencapai puncaknya (2) suhu menetap (3) menurunnya suhu tubuh untuk kemudian kembali pada suhu normal.

    Pada beberapa kasus demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus.Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut PIROGEN. Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi. Peningkatan Pirogen bisa disebabkan oleh dua hal yaitu infeksi dan non infeksi (seperti alergi, tumbuh gigi, dan lainnya).

Bagaimana mengatasi demam?

  1. Banyak minum, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi
  2. Kompres anak dengan air hangat.
    Meskipun dinamai air hangat namun temperaturnya tetap di bawah suhu tubuh penderita demam – ini lebih pada prinsip transfer panas. Usahakan tidak melakukan kompres dengan menggunakan air dingin. Hal ini disebabkan karena otak dapat memberikan instruksi yang salah. Otak akan menyangka suhu tubuh bagian luar dingin sehingga ia akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhu dengan cara menggigil untuk memproduksi panas. Ingat tubuh buah hati kita bukan pedang yang tengah ditempa dan kemudian di-dingin-kejut-kan (quenching) untuk menurunkan temperaturnya.
  3. Beri obat penurun panas, khususnya bila temperatur mulai di atas 38.5 derajat celcius atau bila anak merasa tidak nyaman. Sebaiknya obat tidak diberikan jika panasnya tidak terlalu tinggi.

Catatan:
Sumber di dapat dalam email dari eva
Data tentang demam ditulis oleh Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Nayya Demam”

Comments are closed.