Perth: Hello Perth!

Metro Perth

Travelling could be very interesting, especially when you are visiting and disovering new “world”. You are tired and exhausting by the journey itself, nonetheles you’re experiencing new things day by day.

Tujuan perjalanan saya kali ini adalah Perth, yang sepanjang saya di sana meng-klaim dirinya sebagai one of the world’s most vital, exciting cities and remote capital cities. Meskipun tujuan perjalanan adalah perjalanan dinas untuk menghadiri Mine Machine Productivity Conference di Sheraton Perth, namun siapa yang bisa melarang saya untuk mengeksplorasi kota ini sebagai turis? 😀 Dan, mau tidak mau saya akan selalu membandingkan apa yang saya lihat dan saya alami di kota ini dengan kota kebanyakan di Indonesia, khususnya Jakarta.

Saat saya menginjakan kaki di Perth International Airport suasana berbeda sudah saya alami. Beberapa kursi roda sudah langsung disiapkan bagi penumpang yang membutuhkannya. Stroller yang dibawa ke dalam kabin sudah dibuka dan diletakkan di bagian luar pintu pesawat, sehingga para orangtua yang membawa anak-anak tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan stroller bagi bayi mereka.

Oh ya, saat itu saya menggunakan Qantas Airways dengan nomor penerbangan QF78. Not bad, hanya saya belum terbiasa dengan pria bertubuh atletis dibandingkan wanita bertubuh langsing sebagai flight attendant. 😀

Pemeriksaan imigrasi berlangsung dengan cepat dan efisien. Pemegang pasport Australia dipisahkan dalam barisan berbeda dengan pemegang pasport negara lainnya. Meskipun demikian, saat pemeriksaan untuk pemegang pasport Australia telah selesai para petugas dengan cekatan mengatur ulang barisan sehingga tidak terjadi penumpukan barisan.

Metro PerthJumlah penduduk Western Autralia sekitar 1.952.300 jiwa dengan 1.400.000 jiwa diantaranya bermukim di metro Perth. Western Australia berada pada Western Standard Time (WST) atau setara dengan GMT+0800 sehingga bagi saya yang tinggal di zona WITA, tidak ada perbedaan waktu yang perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian jumlah waktu siang dan waktu malam bisa berbeda karena perbedaan lokasi garis lintang.

Saat ini Perth tengah berada di ujung musim semi. Dari yang saya baca, pembagian musim di Australia adalah sebagai berikut: (1) musim dingin – Juni, Juli Agustus (2) musim semi – September, Oktober, November (3) musim panas – Desember, Januari, Februari (4) musim gugur – Maret, April, Mei. Rentang tempetarur berkisar 18C hingga 24C.Australian money

Mata uang yang digunakan adalah dollar dengan nilai (untuk uang kertas) $100, $50, $20, $10, $5, dan (untuk koin) $2, $1 (koin emas), 50c, 20c, 10c, 5c (koin perak). Yang menarik adalah toko-toko tempat anda berbelanja akan membulatkan nilai belanja ke 5c terdekat jika anda berbelanja secara tunai. Namun jika anda berbelanja dengan menggunakan kartu debit atau kartu kredit maka nilai belanja anda tetap seperti yang tertera pada tagihan.

Bagi penjelajah kota, jangan khawatir tersesat saat berada di Perth. Anda dapat dengan mudah menemukan peta kota, city walk map, peta mall, jalur trayek bus dalam radius free transit zone (yang akan saya bahas dalam posting lainnya nanti) di tempat-tempat yang strategis seperti hotel, tourist information center, tempat penjualan cindera mata, toko australian gift, dan lainnya. Beberapa memang disediakan secara gratis sementara sebagian lainnya (tentu saja dengan isi yang lebih lengkap) bisa diperoleh dengan cara membelinya. Jadi, kemungkinan untuk tersesat sangat kecil. Yang Anda perlukan tinggal keberanian dan keteguhan hati untuk menjelajah kota. 😀 Oh, tentu saja sepatu yang nyaman di kaki. Kaki saya hingga saat ini masih pegal-pegal akibat berjalan dengan menggunakan sepatu resmi. 😀

Jadi, Hello Perth!

Catatan: Sebagian informasi tentang fakta kota Perth saya peroleh dari buku panduan Perth (Your Guide to Perth and Fremantle dan Hello Perth and Freemantle) sementara sebagian besar adalah hasil pengamatan saya langsung.

Deskripsi foto dari atas ke bawah

  1. Metro Perth diambil dari arah taman Swan River.
  2. General Post Office di Murray Street Mall
  3. Pecahan $50, $20, dan beberapa koin dari dollar Australia
Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

5 thoughts on “Perth: Hello Perth!”

  1. Pemegang pasport Australia dipisahkan dalam barisan berbeda dengan pemegang pasport negara lainnya. Meskipun demikian, saat pemeriksaan untuk pemegang pasport Australia telah selesai para petugas dengan cekatan mengatur ulang barisan sehingga tidak terjadi penumpukan barisan.

    Kapan ya di Indonesia ada Citizen Only Gate

  2. to rifi:
    praktiknya semua dijadikan satu kok. jadi semua ngumpul bareng.
    mungkin orang indonesia sekarang udah putih-putih, jadi disangka bule.
    😀

Comments are closed.