Ketika Yang Terlihat Pun Diabaikan

Terbang bukanlah pengalaman baru bagi saya. Namun sejak Pemerintah mengumumkan “rating” seluruh maskapai yang beroperasi di negeri tercinta ini, saya seringkali harus pilih-pilih maskapai jauh hari sebelum keberangkatan. Paling tidak dua hari sebelum keberangkatan saya sudah harus ajeg dengan pilihan maskapai yang akan saya gunakan.

Namun, pengalaman penerbangan kali ini sungguh mencengangkan. Berangkat dari Bandara Sepinggan di Balikpapan menggunakan maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT763, saya harus menunggu lebih dari 2.5 jam karena pesawat mengalami penundaan dari ETD 1250 menjadi 1430. Sebal sekali rasanya. Terlebih saat Garuda, yang ETD-nya adalah 1430, ternyata bisa berangkat terlebih dulu. Padahal saya memilih Lion Air karena saya berharap bisa tiba di Jakarta lebih cepat sehingga saya masih sempat bersiap-siap untuk presentasi dihadapan direksi.

Saat akhirnya saya telah duduk di pesawat, sementara FA mendemonstrasikan penggunaan sabuk pengaman etc, saya baru sadar ketika melihat dua buah lampu (mungkin emergency lamp ya?) di atas kabin pesawat terlihat terbuka atau terlepas. Seingat saya, tidak mungkin dua buah benda tersebut sengaja dibuka, apalagi bila salah satunya masih terkait sementara sisi lainnya terlepas. Kesimpulan saya saat itu adalah bahwa benda yang menggantung di atas kabin tersebut memang sengaja diabaikan.

Jika yang terlihat saja sudah diabaikan, bagaimana dengan hal-hal kecil lainnya di pesawat ini? Bagaimana saya bisa percaya bahwa pemeriksaan pesawat telah dilakukan dengan menyeluruh sehingga keselamatan penumpang bisa terjamin?

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Ketika Yang Terlihat Pun Diabaikan”

Comments are closed.