Flexi dan Spimming

Saat ini saya dan istri menjadi pengguna Flexi. Awalnya tentu saja dengan tujuan memanfaatkan tarif murah yang ditawarkan sehingga komunikasi kami menjadi lebih leluasa – tanpa perlu merasa dihantui besarnya biaya yang akan muncul saat penagihan. Hal ini sempat tertangkap oleh saya saat mencoba menghitung besarnya biaya komunikasi antara saya dan istri, baik voice maupun messaging, melalui semua media yang biasa kami gunakan. Flexi menjadi alternatif utama pilihan kami melihat kondisi kota kami yang hanya menyediakan satu pilihan provider. 😀

Komunikasi hemat ini telah berjalan lebih dari 6 (enam) bulan dan jumlah yang dihemat lumayan Rp 100ribu – 150ribu perbulan. Menariknya, saya dan istri (khususnya saya) menjadi lebih terbiasa untuk menelepon dibandingkan memainkan jemari untuk mengirimkan sms. Untungnya kebiasaan ini tidak menular ke penggunaan handset GSM saya.

Sayangnya, 2 (dua) bulan terakhir ini rasa suka saya terhadap tarif murah Flexi menjadi rasa sebal yang semakin memuncak ketika dengan semena-mena Flexi melayangkan puluhan spim tentang layanan-layanan yang dimilikinya. Entah itu layanan ringtone, penawaran hadiah, atau info komersial Flexi lainnya. Yang pasti, semua itu tidak ada kepentingannya dengan saya.

Nomor Flexi yang saya gunakan tersebut hanya digunakan oleh saya dan istri. Jika ada pesan masuk melalui handset ini, saya seharusnya sangat yakin bahwa pesan tersebut memang ditujukan untuk saya dari istri saya, dengan tujuan-tujuan yang hanya kami perlukan.

Sepanjang ingatan saya, saya TIDAK PERNAH meminta kepada Flexi untuk menyampaikan PESAN-PESAN SAMPAH TELKOMFLEXI kepada diri saya. Oh ya, saya juga TIDAK BUTUH pesan-pesan tersebut. Jika saya butuh bantuan atau informasi dari Flexi, saya dengan SENANG HATI akan menghubungi customer care Flexi.

Mungkin maksud Flexi baik, mencoba menyampaikan informasi di saat pertama kepada pelanggannya. Namun maksud yang baik haruslah disampaikan dengan CARA YANG BAIK. Menurut saya spimming bukanlah cara yang baik untuk berhubungan dengan pelanggan Flexi.

Flexi memang Bukan Telepon Biasa, melainkan telepon yang luar biasa karena bercita-cita menjadi spimmer.

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

3 thoughts on “Flexi dan Spimming”

  1. sebelumnya salam kenal dulu om..
    Jadi kesimpulannya, sekarang bapak sedang jengkel ama flexi neh?? memang semua kemudahan dan kenyamanan selalu ada syaratnya ya.. contohnya plexi yang biaya telponnya murah, tapi kita harus rela dapat info yang sebenarnya ngga penting banget bagi kita.

  2. sebenarnya nggak susah bang..tinggal pilih aja; sedikit mahal tanpa spim atau murah tambah bonus spim? yah pilih snip atau snap? gitu aja kok repot bang…

Comments are closed.