The Bartimaeus Trilogy

BartimaeusHari minggu yang lalu saya berhasil menyelesaikan Buku Ketiga dari kisah trilogi Bartimaeus. Bartimaeus adalah jin berusia 5000 tahun yang dipanggil ke dunia oleh Nathaniel, seorang bocah berusia 12 tahun. Bartimaeus dan Nathaniel bertualang bersama dalam bentuk ikatan suka-tidak-suka, teman-musuh, dan tuan-budak.

Tokoh utama dalam ketiga buku ini adalah Nathaniel (yang kemudian menggunakan nama resmi “John Mandrake”) – sang penyihir, Bartimaeus – sang jin, Kitty Jones – tokoh pemberontak Resistance yang membeci pemerintah atau lebih tepatnya membenci penyihir yang mengelola pemerintahan.

Pada awalnya memang sampul buku adalah point utama saat saya membeli buku ini. Kehabisan bacaan saat bertugas di Jakarta (jauh dari keluarga di rumah) dan saya tidak ingin menghabiskan malam sambil menunggu kantuk hanya dengan menonton TV, maka salah satu metode seleksi buku paling mudah adalah lihat sampulnya. ;-D

Namun, ketertarikan berubah saat mulai menjelajah isi buku. Ada satu hal unik di dalam buku ini, selain tentu jalan ceritanya, yaitu penulis bercerita dari kacamata tokoh Bartimaeus. Biasanya (mungkin tepatnya adalah sebagian besar buku yang saya baca) penulis akan bercerita dari kacamata penulis itu sendiri, sehingga seluruh tokoh menjadi orang ketiga (karena pembaca menjadi orang kedua). Di dalam buku ini, penulis adalah si Bartimaeus sehingga penulis menggantikan kata panggil Bartimaeus menjadi “Aku”.😀

Menarik sekali. Terlebih di beberapa (dan cukup banyak) halaman disertai dengan catatan kaki yang berisi penjelasan tambahan ditinjau dari kacamata Bartimaeus atau bahkan jin secara umum. Hal ini disebabkan penulis, yang “seorang jin” itu menyadari ketidakmampuan kita memahami dunia dan isi hatinya.

Books facts:

The Bartimaeus Trilogy
Jonathan Stroud

Buku 1
The Amulet of Samarkand
PT Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2007
512 halaman

Buku 2
The Golem’s Eye
PT Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2007
624 halaman

Buku 3
Ptolemy’s Gate
PT Gramedia Pustaka Utama
September, 2007
576 halaman

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

7 thoughts on “The Bartimaeus Trilogy”

  1. to ayahshiva:
    bisa jadi. eragon yang buku ketiga-nya saja belum jelas sudah masuk ke layar lebar.
    tapi, better baca buku aja. layar lebar sering sekali tidak bisa menggambarkan semua alur cerita yang ada di buku.

  2. Pengenny d film-in seh…
    Pasti seru n’ keren jdnya….( Yahh..klo bikinnya g ngaco kyk fil eragon seh…)

  3. aku udah baca semua ny sampe tamat.. tapi endingnya kurang seru…(aku mikirnya kayak gini lho “yah,udh? cuma gini doank?”)

    denger2,baca2 katanya trilogy ni mo d buat film klo gk salah taun 2009 gt…

    rasa ny gk sabar!!

  4. Awaaaww~

    Iya itu… Keren ni trilogi…

    Hampir menyamai kerennya Twilight Saga menurut saiia..

    Moga-moga aja di pilem’in..

    Tapi alangkah baiknya baca bukunya doloan daripada liat pilemnya dolo..
    Soalnya, seperti kata arya, pilem kadang ga sesuai ama yang di buku dan suka banyak adegan yang kepotong…

    Cukup sudah kekecewaan saiia di Harpot, jangan ampe merembet di Bartimaeus~ =P

    PS: Moga-moga Twilight Movie yang bakal nongol entar November juga ga mengecewakan… Aminn~

    MET PUASA, eniwey~ =P

  5. Novel yang unik dan keren..
    jarang2 banget ada novel yg kayak gini..

    Cara jonathan stroud menyampaikan jalan ceritanya beda dari yang lain…

    I think Jonathan stroud is great..

    Dia berani mengambil mengakhiri ceritanya seperti itu, beda dari yang lain.. bisa dibilang akhir ceritanya gak bahagia juga gak sedih..

    selain Bartimaeus, buku karangan Stroud apa aja yah?

    ps: gw suka nama Nathaniel, soalnya indah(apalagi itu nama anak cowok)

Comments are closed.