Menemani Nayya Berenang

Hari minggu kemarin saya belajar hal baru tentang bagaimana mengajak Nayya berenang. Sudah lama saya tidak mengajak Nayya berenang, sekitar 4 bulan. Acara berenang terakhir tidak berakhir sebagaimana yang saya dan Bunbun pikirkan. Saat itu Nayya terlihat tidak menikmati acara berenang. Yang pasti terlihat sekali rasa takut dari gerak-geriknya.

Pagi ini, saya dan Bunbun mengajak Nayya berjalan-jalan di seputaran komplek menggunakan sepeda roda tiga. Tujuan akhir sebenarnya adalah kolam renang di ujung komplek, kami ingin mencoba mengenalkan kembali nikmatnya berenang kepada Nayya.

Saat masuk ke lingkungan kolam, kami diizinkan masuk tanpa membayar. Toh, memang kami tidak akan berenang. Nayya diajak minum susu yang kami bawa sambil melihat beberapa anak kecil di atas usianya yang sudah berada di dalam kolam. 5 menit pertama Nayya hanya ingin berada digendongan Bunbun, jauh dari kolam. Namun kemudian ia minta turun dari gendongan dan berjalan ke arah saya seperti mengajak saya turun untuk mendekati kolam. 5 menit kedua, Bunbun mengajak Nayya turun mendekati kolam dan minum susu di pinggir kolam.

Mula-mula ia hanya mengoceh di pinggir kolam, namun ujung jari kakinya mulai disentuhkan ke air di bibir kolam. 5 menit berikutnya, Nayya memaksa untuk melepaskan diri dari Bunbun untuk menceburkan dirinya masuk ke kolam. 😀

Saya segera kembali ke petugas kolam, membayar tiket, dan ikut menemani Nayya “berendam” kaki. Proses berenang Nayya kali ini cukup unik. Awalnya ia hanya minta merendam kaki hingga ke lutut. 5 menit berikutnya, ia sudah berdiri di undakan kolam pertama, berdiri di air sebatas pinggang. Sibuk mengoceh, berteriak, melihat anak-anak lain di tengah kolam. Tidak lama, ia memberanikan dirinya sendiri untuk duduk di undakan tangga, berendam dan bermain air sebatas dadanya.

The rest? Saya berulang kali tertawa dan sibuk menahan Nayya untuk tidak melakukan hal-hal aneh di kolam, termasuk menahan  Nayya saat hendak meloncati dinding pembatas kolam anak dan kolam dewasa. 😀

Kebetulan, saat itu saya melihat salah seorang bapak yang juga tengah mencoba mengajak anak perempuan seusia Nayya untuk masuk ke kolam, lengkap dengan ban pelampung (yang kemudian diganti dengan semacam life vest). Anak tersebut berulang kali berontak dan berteriak ketakutan saat ia digendong untuk langsung masuk ke kolam. Saat itulah saya melihat mengapa Nayya terlihat takut pada acara berenang terakhir. Saya dan Bunbun mencoba memaksakan Nayya untuk langsung masuk ke kolam. Saat itu kami berpikir Nayya memang sudah terbiasa berenang, baik di rumah maupun di kolam yang sama (namun masih di pinggir) sehingga tidak akan ada masalah saat membawanya langsung ke tengah.

Ternyata kuncinya adalah membiarkan anak yang menentukan sendiri kesiapannya. Saat saya membiarkan Nayya mengukur kemampuan dirinya sendiri, ia mampu melakukannya dengan mulus. Tugas saya dan Bunbun adalah memastikan “pintu sudah terbuka” dan sisanya adalah tugas Nayya untuk melewati pintu tersebut. Atau dalam kasus berenang kali ini, kita hanya menunjukan gambaran kenikmatan berenang dan membiarkan Nayya untuk menjalani dengan caranya sendiri. Bahkan meskipun itu hanya berupa berendam kaki di pinggir kolam renang. Tugas lainnya jelas adalah menjaga proses tersebut tetap menyenangkan – misalnya menjaga dirinya dari potensi celaka etc.

Dan, satu hal yang paling penting adalah jangan pernah lupakan bahwa kita berenang bersama dengan putra-putri kita dengan tujuan bermain. Bermain seharusnya menyenangkan – meskipun itu hanya sekedar merendam kaki.

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

3 thoughts on “Menemani Nayya Berenang”

  1. to ayahshiva:
    wah, sayang gak ada. memang niat awalnya bukan “benar-benar” berenang, lebih mengenalkan kembali. eh, malah nayya yang antusias banget.
    ajak deh shiva berenang, pasti kaget sendiri betapa antusiasnya anak-anak seusia dia diajak bermain air

  2. para pembaca blog ini, terutama yagn menyukai berenang. jika ingin memperdalam skill berenang anda, anda dapat mengunjungi website http://www.akademi-renang.com. disini semua pelatih berpengalaman dan bersertifikat dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia ( PRSI ), kami mengajar anda berenang dari 0 samapi bisa semua gaya dalam waktu 1 tahun.

Comments are closed.