The Starbucks Experience

Sekitar 2 minggu yang lalu saya membeli buku The Starbuck Experience namun buku ini baru bisa saya selesaikan di dalam pesawat saat perjalanan pulang Jakarta – Berau tanggal 4 Desember yang lalu. Apa yang menarik dari buku ini:

  1. Disain sampul, ciri khas Starbuks terasa kental di cover-nya. Bayangkan jika saat membeli buku ini Anda diberi karton penahan panas-nya, lengkap sudah ciri khas Starbucks.😀
  2. Buku ini bukan sekedar berkisah tapi mengajari – di setiap bagian saya melihat tabel khusus “lesson learned” yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita, khususnya dalam pekerjaan.

The Starbucks ExperiencePada intinya The Starbucks Experience menawarkan ide penerapan 5 prinsip kunci kepemimpinan ala Starbucks yaitu (1) Lakukan dengan cara Anda, (2) Semuanya penting, (3) Surprise and delight, (4) Terbuka terhadap kritik, dan (5) Leave Your Mark. Ada yang menarik, sekaligus aneh, di dalam point Leave Your Mark. Di dalam prinsip ini, Starbucks menekankan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dalam aplikasi kegiatannya dan menawarkan sebuah definisi tentang leave your mark sebagai

Sebuah perusahaan dianggap memiliki tanggung jawab sosial bila dengan serius menjalankan kewajibannya terhadap semua stakeholder-nya. Ini bukan mengenai apakah sebuah perusahaan mensponsori ajang-ajang lokal atau program-program lingkungan, atau memiliki sebuah yayasan yang menyediakan dana untuk amal. Ini menyangkut pengembangan sebuah reputasi integritas sehingga tumbuh rasa percaya antar pegawai, investor, pelanggan, pemasok, dan komunitas mereka. (disadur dari The Starbucks Experience, page 183).

Book facts:
The Starbucks Experience, 5 Prinsip untuk Mengubah Hal Biasa menjadi Luar Biasa
Joseph A. Michelli
Penerbit ESENSI
Tebal 233 + xvi halaman

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.