Nayya dan Berhitung

Mendapat inspirasi dari posting adik saya tentang Flash Card di sini, saya memiliki pengalaman yang hampir sama tentang cara mengajarkan anak saya berhitung.

Pada awalnya metode belajar Nayya adalah dengan cara bernyanyi. Entah diwarisi dari siapa, Nayya senang sekali bernyanyi. Terkadang sang Ayah malah sering bingung dengan nyanyian ciptaan sang anak. Ya, Nayya malah sudah pintar mengarang lagu – meskipun tidak ada yang mengerti. 😀 Yang pasti saya terkadang mendengar terselip kata “Ayah”, “Bunda”, dan terkadang “Mbah Ros” dalam lagu karangannya.

Kembali ke pelajaran berhitung, saya dan Bunbun melihat metode ini cukup berhasil untuk mengajari Nayya berhitung. Satu hingga Sepuluh sudah dikuasainya. Meskipun demikian, Nayya lebih gemar menghitung hingga angka Delapan, menghilangkan Sembilan dan Sepuluh. Permasalahannya adalah Nayya belum mengenal angka-nya.

Suatu hari saya mencoba membuat sebuah bahan presentasi yang berisi angka Satu hingga Sepuluh dalam setiap slide. Bahan tersebut saya lengkapi dengan gambar bebek dan lebah sejumlah angka yang tampil dalam slide. Selain sebagai penarik perhatian, bebek dan lebah tersebut dapat digunakan sebagai objek berhitung.

Dan ternyata cukup sukses. Meskipun bahan presentasi ini bukan satu-satunya alat untuk mengenalkan angka kepada Nayya (ada beberapa metode lain yang diterapkan oleh Bunbun, diantaranya menggambar kue ulang tahun dengan angka yang diinginkan di atas kue tersebut) namun Nayya sudah mulai mengenal angka yang disebutkannya. Saat ini ia sudah mulai mengenal angka satu, dua, empat, dan lima. Angka favorit Nayya adalah angka 2. Mungkin karena angka di kue ulang tahun terakhirnya adalah angka 2. 😀

Bahan presentasi yang sudah saya convert ke PDF saya lampirkan di sini: belajar berhitung.

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Nayya dan Berhitung”

  1. lebih dimantepin ke arah berhitungnya aja mas…
    pengenalan angkanya sambilan aja…
    karena yang penting kan kenal kenapa sesuatu itu disebut ada dua atau tiga atau empat…sama konsep lebih banyak lebih sedikit….

Comments are closed.