yang berbadan lebar itu pesawat

Menimang buah hati saat ia baru saja terlahir terkadang membuat perasaan kita mengharu-biru. Namun saat ia pertama tengkurap, berjalan, berlari, sekolah, haru-biru itu terkadang diselipi bangga.

Mungkin, rasa itu juga yang muncul saat mengawasi uji coba landing dan take-off jet type 737-200 di Bandar Udara Kalimarau kemarin sore (2 Juli 2008). Kepentingan saya saat itu lebih terkait dengan efek kegiatan kerja saya terhadap “kenyamanan” penerbangan. Namun tak urung, di tengah rasa bingung melihat seolah-olah seluruh kantor pemerintahan daerah pindah ke bandara, rasa harubirubangga terselip di sana.

Pesawat berbadan lebar tipe 737-200 bisa mendarat mulus di tengah rasa jengah karena baru kali itu saya menyaksikan kesuksesan landing ditepuktangani. Nikmat rasanya mendengar deru mesin jet di kota kecil ini. Pesawat bisa dianggap sebagai MRT di kota ini. Kebutuhannya tidak ubah seperti bis luar kota di Jawa sono. Musim liburan macam musim durian bagi maskapai pelayan rute Berau – Balikpapan. Ticket price seenak dengkul sering menjadi bahan obrolan. Ah, mereka bilang jalur ini jalur perintis. Maaf, saya tidak tahu itu. Tapi MRT selayaknya murah kan? Mana ada di dunia ini yang punya MRT bermesin baling-baling, apalagi mesin jet.

Ah, tukataku – itu kataku.

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.