berhemat listrik dari titik terkecil

Kemarin, 07.07.08, saya menyempatkan diri membayar rekening listrik. Alhamdulillah, misi saya dan Bunbun untuk menurunkan biaya pemakaian listrik sudah mulai bisa dibuktikan. Tidak besar, hanya sebesar Rp. 20.000,- dalam satu bulan. Bukan sebuah misi yang besar, namun saya dan Bunbun melihat bahwa masih terdapat in-efisiensi penggunaan listrik dalam kehidupan keseharian kami. Konsep penghematan penggunaan listrik yang kami jalankan lebih bertujuan untuk membangun kebiasaan hemat energi dengan batasan pada lingkup keluarga kami. Misi lainnya adalah pembuktian dan implementasi konsep pada posting ini, dimana biaya berkaitan langsung dengan efisiensi. Bottom line: walk the talk.

Apa bentuk efisiensi yang kami lakukan?

Sebagai gambaran awal, rumah kami dilengkapi dengan (list di bawah hanyalah fasilitas yang menurut asumsi kami haus sumber energi listrik)

  • 1 unit AC di kamar tidur utama, yang hanya difungsikan saat tidur
  • 1 unit magic jar, penanak dan pemanas nasi, yang difungsikan setiap saat
  • 1 unit TV, jelas difungsikan saat ditonton. saat tidak ditonton dalam status standby
  • 1 unit dispenser, berfungsi 24 jam
  • 1 unit refrigerator

Oh ya, sebelumnya kami pernah melakukan 1 tahapan efisiensi dengan jalan hanya menjalankan pompa air (supply ke profil tank) dua kali satu hari. Awalnya pompa tersebut selalu standby sehingga akan otomatis menarik air saat posisi pelampung indikator turun.

Target kami adalah unit-unit yang bisa “dimatikan” layaknya pompa air tersebut dan pilihan jatuh kepada tiga benda: TV, rice cooker/magic jar, dispenser.

TV: langkah yang kami lakukan sangat sederhana, mematikan (instead of standby mode) TV saat kami berangkat tidur.

Magic jar: penghematan untuk unit ini agak tricky, menanak nasi sejumlah perkiraan penggunaan satu hari sehingga di akhir makan malam seluruh nasi sudah tersantap. Dengan demikian, magic jar dalam kondisi mati saat malam hari.

Dispenser: Seberapa sering Anda memanfaatkan dispenser di atas jam 12? Atau bahkan setelah Anda beranjak tidur malam? Berdasarkan pengalaman, kami sama sekali tidak memanfaatkan dipenser di waktu-waktu tersebut. Lalu untuk apa pemanasan dan pendinginan yang dilakukannya? Oleh karena itu, kami sepakat mematikan fungsi pemanas dan pendingin dispenser pada paling lambat jam 2100.

Masalah yang sempat kami hadapai adalah berdisiplin dengan waktu. 😀 Anyway, saya yakin banyak hal-hal kecil dimana sebuah efisiensi bisa dijalankan. Yang diperlukan hanyalah perhatian dan keinginan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Oh ya, satu lagi: konsistensi.

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

1 thought on “berhemat listrik dari titik terkecil”

  1. apa yang anda lakukan sama seperti membunuh nyamuk dengan bom hidrogen. usaha besar tapi memperoleh hasil yang hampir dikatakan nihil.
    hint hemat energi: jangan pakai AC.

Comments are closed.