Presiden Pilihan: JK

Catatan:
Tulisan berikut bukan merupakan bentuk dukungan atau penolakan atas salah satu calon Presiden Republik Indonesia periode 2009 – 2014. Tulisan berikut adalah opini pribadi setelah menyaksikan tiga tayangan Presiden Pilihan di TVOne pada 20 Mei 2009 hingga 22 Mei 2009 yang memberikan kesempatan kepada para Calon Presiden untuk menyampaikan Visi dan Misi bidang ekonomi.

Meskipun beliau saat ini menduduki posisi Wakil Presiden RI, ini adalah kali pertama saya melihat Jusuf Kalla (JK) secara “langsung” berdiri dan menyampaikan ide serta gagasannya tentang ekonomi Indonesia.

Secara garis besar, JK menyampaikan gagasannya tentang ekonomi Indonesia yang mandiri. Otak, otot, dan kantong sendiri cukup menggugah saya terlebih menggugah rasa nasionalisme saya. Selain itu JK juga tidak ingin terlalu menggantungkan perkembangan perekonomian dari pasar modal. Penekanan pentingnya sektor riil berulang kali ditekankan oleh JK. Sayang, seringkali hal ini diungkapkan dengan gaya seloroh sehingga mengurangi kesan serius akan hal ini. However, ia juga sempat mengungkapkan bahwa ia tidak berkeberatan dengan aliran dana investasi dari luar meski di-ujung akhirnya JK tetap memilih bangsa Indonesia sendirilah yang menjadi penggerak perkembangan ekonomi.

Target pertumbuhan ekonomi 8% mulai 2011 adalah janji yang diungkapkan. Meski konsep belum terungkap semua, namun langkah praktis sudah bisa digambarkan oleh JK. Hal ini membuat semua janjinya lebih membumi.

Satu hal yang menarik, issue energi masih belum disampaikan secara rinci namun sempat terungkap di dalam dialog. Sebenarnya, my personal opinion, calon presiden mendatang harus mengedepankan masalah energi terlebih dulu saat berbicara pengembangan ekonomi. Dan harus disampaikan secara lengkap. Perlu disadari bahwa penggerak perkembangan ekonomi adalah energi.

Meski demikian, saya tetap merasa konsep yang disampaikan masih belum lengkap. Mungkin karena keterbatasan waktu, atau kemampuan JK untuk mengemas gagasan tersebut secara utuh. Meski demikian, pribadinya yang “unik”, lugas, blak-blakan, membuat saya berpikir bahwa JK pada dasarnya adalah seorang praktisi. Kecepatan pengambilan keputusan dan menjalankan rencana adalah “hidup” seorang JK.

Dari beberapa dialog, saya dapat menangkap kemampuannya untuk melihat permasalahan kompleks dan memilahnya menjadi beberapa permasalahan sederhana dan mengambil solusi praktis. Dalam kondisi resesi seperti saat ini, kecepatan dan ketepatan adalah kunci.

Satu hal lagi, dari dialog saya juga dapat melihat kemampuannya untuk melihat peluang dan mengambil resiko. Ini bagai pisau bermata dua. Selama konsep jelas dan didukung oleh staff yang memiliki keahlian di bidang masing-masing, then it has to be risk that you can manage.

JK menjawab semua pertanyaan, to the point, the way I like.

[end]

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

1 thought on “Presiden Pilihan: JK”

Comments are closed.