Sensor internet: harmonisasi bukanlah penyeragaman konten melainkan menghargai perbedaan

Most of us are afraid to speak out but silence absolutely doesn’t mean obedience

Pemerintah Indonesia melalui Depkominfo mengeluarkan rancangan peraturan menteri perihal pengaturan konten bagi penyedia layanan menyusul penerapan UU ITE yang diterbitkan tahun lalu. Tujuan utamanya (semoga saya tidak salah mengartikan), adalah menghindarkan para pengguna internet dari konten yang bersifat jahat atau merusak (yang selanjutnya disebut konten terlarang). Karena tujuan akhirnya pengguna maka permen ini menitikberatkan pada pengaturan bagi para penyedia layanan.

Pendekatan “penyeragaman” konten ini saya bilang absurd. Penyeragaman konten berpotensi pada aplikasi sensor internet, bukan hanya bagi penyedia layanan (yang tentu saja akan terseleksi menjadi penyedia layanan yang sewarna dengan pemerintah) namun juga bagi para pengguna akhir secara luas. Model penyeragaman ini serupa dengan harmonisasi pemeritah China dalam mengaplikasikan sensor internet di negaranya.

Suka atau tidak suka saat ini seluruh dunia hidup bersama di dalam lingkungan internet (internet environment) yang sama. Kesamaan lingkungan membentuk komunitas, masyarakat, dan pada akhirnya budaya masyarakat internet yang relatif sama. Aturan tetap diperlukan, terlebih jika masyarakat belum dewasa. Namun proses pendewasaan bukan melalui penetapan aturan-aturan yang mengekang kebebasan. Saya tidak setuju dengan kebebasan mutlak. Setiap aksi menimbulkan reaksi sebagai konsekuensi. Kuncinya adalah bagaimana membuat masyarakat internet di Indonesia lebih dewasa. Setiap anak yang belajar di bawah tekanan akan tumbuh menjadi orang tua yang melegalkan kekuasaan represif. Anak yang belajar di alam bebas terbatas akan belajar menghargai perbedaan. Harmonisasi bukan berarti penyeragaman konten, menghilangkan keanekaragaman. Harmonisasi adalah menghargai perbedaan, bahkan di dunia maya sekalipun.

Posted via email from footprints

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

2 thoughts on “Sensor internet: harmonisasi bukanlah penyeragaman konten melainkan menghargai perbedaan”

Comments are closed.