Cerita ramadhan: motivasi tarawih

Minggu ke dua bulan ramadhan. Seperti biasanya, jumlah shaf shalat tarawih berkurang. Yang saya maksud dengan “berkurang” ini adalah benar-benar berkurang. Kalau orang Sunda bilang, minggu pertama itu taraweh, minggu selanjutnya “tara weh” (tidak pernah).

Sesudah tarawih tadi malam, saya mengingat-ingat kenangan tarawih saat saya masih anak-anak dan remaja. Saat kecil, pendorong tarawih adalah petasan dan bermain-main sebelum tarawih di masjid. Beranjak sedikit remaja, pendorong tarawih adalah “cari jodoh”. Shalat sengaja di shaf paling belakang, cari-cari anak gadis remaja yang punya senyum memikat. Beranjak remaja, siklus “tara weh”. Saat dewasa, rasa sesal muncul saat tidak tarawih.

Nah, Anda punya kisah yang sama? :))

Advertisements

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.