“Di” sebagai kata depan dan awalan

Beberapa hari belakangan ini saya menerima laporan-laporan yang harus saya koreksi sebelum diterbitkan, baik untuk keperluan internal maupun external divisi. Selain “isi” yang perlu dikoreksi, saya sering mendapati kesalahan tata bahasa. Padahal bahasa yang digunakan dalam laporan tersebut adalah bahasa Indonesia. Salah satu kesalahan yang paling sering saya temui adalah penggunaan “di” sebagai kata depan dan awalan. Penggunaan fungsi “di” ini sering tertukar.

Bukan bermaksud menjadi seseorang yang perfeksionis, namun kesalahan penggunaan fungsi “di” ini membuat saya berpikir apa penyebab dasarnya. Saya bukan ahli tata bahasa, namun pada prinsipnya penggunaan “di” sebagai kata depan dan awalan dapat dibedakan dengan mudah.

“Di” sebagai kata depan. Sesuai dengan fungsinya, kata depan, maka “di” merupakan kata tersendiri yang menunjukan tempat, tujuan, arah. Penulisannya dipisahkan dari kata yang mengikutinya. Contoh: di rumah, di pasar, di Bandung, di utara. Pengecualian untuk kata disana, disini, dimana.

“Di’ sebagai awalan. Secara umum fungsi awalan “di” adalah pembentuk kata kerja pasif. Penulisannya digabungkan dengan kata yang mengikutinya. Contoh: dirumahkan, dipukul, diperiksa, diterbitkan.

Nah, ada berapa kata depan dan awalan “di” pada post ini?

About these ads