Minum kopi demi wifi gratis

Minum kopi secangkir seharga empat puluh ribu, minumnya pelan-pelan biar tahan sampai siang, demi wifi gratis

Saya selalu tersenyum setiap kali mendengar dan melihat iklan komersial di atas. Iklan ini dibuat oleh salah satu operator telekomunikasi yang mempromosikan fitur/produk terbaru mereka.

Meski sambil tersenyum saya jadi bertanya-tanya apakah memang banyak orang dengan modus seperti ini? Jujur, saya tidak terlalu suka nongkrong ngopi di cafe atau coffee shop atau mall. Selain saya tidak terlalu suka kopi, meski caramel frappucino masih cukup OK di lidah saya, menurut saya kopi-kopi ini terlalu mahal. Ada yang bilang bahwa yang dijual adalah suasana cafe bukan sekedar kopi namun saya juga tidak melihat keistimewaan dari suasana yang ditawarkan. Mungkin saya saja yang kampungan ya?

Kembali ke modus, rasanya 40 ribu rupiah untuk 4-6 jam akses Internet tetap saja relatif mahal.

Ohya, ada satu hal lagi tentang modus nongkrong ini. Jika Anda menghabiskan 40 ribu rupiah nongkrong di cafe untuk jangka waktu 1-2 jam, maka pada prinsipnya Anda harus menghasilkan minimum 40 ribu rupiah juga dalam 1-2 jam. Atau minimum pendapatan Anda 3.2 – 6.4 juta per bulan, untuk jam kerja 40 jam per minggu. Jadi, apakah Anda memang layak menjalani gaya hidup di cafe?

Author: aryadn

blogger, microblogger, professional mining engineer, metallurgist by education, interested in mobile-street photography.

1 thought on “Minum kopi demi wifi gratis”

Comments are closed.