Taskboard

Taskboard yang satu ini tak akan kita temukan di App Store. Putri tertua saya (7 tahun) membuat semacam papan tugas dan kalendar menggunakan white board yang ada di kamarnya. Yang menarik, ia tidak hanya menuliskan tugas atau pekerjaan rumah atau jadual ujian yang akan ia hadapi namun di dalam taskboard ini juga terdapat pesan bagi sang bunda tentang menu sarapan atau menu lunch box yang akan dikirimkan ke sekolahnya.

Salah satu bentuk kreativitas lainnya adalah menggunakan warna sebagai panduan hari. Ini jelas memudahkan bagi siapapun yang membaca taskboard untuk mengidentifikasi kapan suatu tugas harus diselesaikan.

Keren juga!

Advertisements

Kupat tahu Padalarang

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya mencicipi kupat tahu Padalarang, namun saya selalu tidak pernah berhenti heran setiap kali memakannya. Puluhan tahun tinggal di Bandung maka saya lebih terbiasa dengan kupat tahu petis, yang tanpa kuah, dan sedikit bumbu kacang.

Kupat tahu Padalarang ini berkuah jingga/merah – cabai merah. Isi kupat tahu Padalarang ini standar yaitu kupat/ketupat, tahu goreng, soun (glass noodle).

Tentang sengketa pilpres 2014, lalu apa?

Ini bukan tentang saya mendukung siapa dalam pemilihan presiden yang lalu. Ini juga bukan tentang TSM, yang sepertinya sudah menjadi singkatan baku dari terstruktur, sistematis, dan masif. Ini juga bukan tentang gagal move on dari hasil pemilu presiden yang menjadi hak konstitusi.

Siapapun yang menjadi pemenang lalu menjadi Presiden Republik Indonesia memiliki tugas berat menghadang di hadapan mata. Bahkan sebelum ia dilantik sekalipun. Sayang, energi dan pikiran mereka sebagian harus dicurahkan menghadapi sengketa ini. Padahal pekerjaan rumah sudah menumpuk dan menunggu untuk diselesaikan.

Tugas awal terbesar sang Presiden terpilih pada dasarnya adalah bertanya “Apa misi berat yang akan dihadapi pemerintahan saya dalam lima tahun mendatang?” Di bawah payung ini, “Apa tiga atau empat tujuan/target paling penting?”

Kita sudah terlalu sering melihat banyak pemimpin yang mengejar terlalu banyak target, bahkan mengejar tujuan yang salah. Lebih sering lagi kita melihat orang-orang yang sudah dipilih (atau diajukan) untuk posisi tertentu, padahal mimpi sang pemimpin mungkin belum dijabarkan. Ketika ini sudah terpetakan, barulah kita mencari orang-orang yang tepat. Meski, secara umum, kita sering melakukan hal yang sebaliknya.

You can’t choose your advisers before you know what they’ll be advising.

Jadi, Bapak Presiden, saya titipkan rencana kemajuan negara ini, kesejahteraan rakyat Indonesia di pundak Anda. Barulah kemudian pikirkan siapa yang cocok untuk hal ini.

Tentang ISIS dan keterkaitannya dengan Irak dan Suriah

ISIS menjadi berita utama di media-media Indonesia beberapa hari terakhir ini. Banyak, seperti juga saya, yang tidak paham asal muasal ISIS ini. Nah, video di bawah ini cukup memberikan gambaran awal tentang ISIS. Tentu saja, sebagaimana dijelaskan di bagian akhir video, ini adalah penyederhanaan dari hal dan kondisi yang teramat kompleks. Namun paling tidak kita jadi punya informasi awal tentang ISIS.

Bakso Malang Enggal, Jl. Pasteur

bakso enggal

Sudah lama tidak membuat posting tentang jajanan atau makanan. Nah, sebulan ini saya punya satu lagi jajanan favorit di kota Bandung yaitu Bakso Malang Enggal. Bakso Malang Enggal ini bisa dinikmati di jalan Pasteur, Bandung. Seingat saya ada satu tempat lagi dimana kita bisa menikmatinya, tapi saya tidak tahu persis alternatif lokasinya.

Bakso Malang Enggal sebetulnya tidak berbeda jauh dengan bakso Malang lainnya. Yang agak berbeda adalah adanya bakso goreng dan siomay goreng. Selain itu, bagi yang biasa makan bakso Malang dengan mie, di sini tidak ada mie. Harganya juga cukup terjangkau, Rp. 1.800,- per buah. Saya biasanya makan dua mangkok yang menghabiskan sekitar Rp. 18.000,- Kenapa dibuat dua mangkok? Biar bisa nambah kuah. Kuahnya mantap sih.

Jalan delapan bulan

Beberapa hari yang lalu saya bertemu teman yang sedang hamil. Sambil berjalan ke arah lift, saya menanyakan usia kandungannya. Dan ini jawabannya:

Jalan 8 bulan

Pada saat itu saya hanya mengangguk dan melanjutkan obrolan tentang hal lain. Saat kami berpisah, saya baru berpikir tentang maksud dari pernyataan tersebut. Ada dua kemungkinan arti dari pernyataan tersebut, yaitu:

1. Saat ini tujuh bulan sekian hari, sehingga dalam waktu tidak lama lagi masuk 8 bulan, atau 2. Saat ini sudah masuk delapan bulan sekian hari.

Ini mungkin persepsi saya yang memiliki latar belakang teknis. Namun menurut pendapat saya, mengapa tidak secara lugas mengatakan, misalnya 7.5 bulan, atau 7 bulan 3 minggu, atau 8 bulan kurang 2 hari.

Jadi, apa sebenarnya maksud dari “jalan delapan bulan”?